METODE PENDIDIKAN ISLAM DALAM QS. IBRAHIM AYAT 24-25

METODE PENDIDIKAN ISLAM DALAM QS. IBRAHIM AYAT 24-25


METODE PENDIDIKAN ISLAM
QS. IBRAHIM AYAT 24-25
        Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Tafsir II (Tarbawi)
Dosen Pengampu: Muhammad Bahauddin, M. Hum


METODE PENDIDIKAN ISLAM DALAM QS. IBRAHIM AYAT 24-25






Disusun Oleh :
Purnomo (1410120067)






SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2017
METODE PENDIDIKAN ISLAM
QS. IBRAHIM AYAT 24-25
أَلَم تَرَ كَيفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصلُها ثابِتٌ وَفَرعُها فِى السَّماءِ ۞ تُؤتى أُكُلَها كُلَّ حينٍ بِإِذنِ رَبِّها ۗ وَيَضرِبُ اللَّهُ الأَمثالَ لِلنّاسِ لَعَلَّهُم يَتَذَكَّرونَ ۞
Artinya: “Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit.(Pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.(Ibrahim:24-25)

Mufradat

Memperhatikan (tidakkah KamuPerhatikan)أَلَم تَرbagaimana Allah telah membuat perumpamaanكَيفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًاyakni kalimat Laa Ilaaha Illallaah (kalimat yang baik)كَلِمَةً طَيِّبَةًyaitu pohon kurma (seperti pohon yang baik)كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةmenancap dalam di bumi (akarnya teguh)أَصلُها ثابِتٌranting-rantingnya (dan cabangnya)
وَفَرعُها(menjulang ke langit)فِى السَّماءِMembuahkan (pohon itu memberikan)تُؤتىbuah-buahannya (buahnya)أُكُلَهاdengan kehendak-Nya demikian pula kalimat iman tertanam di dalam kalbu orang mukmin, sedangkan amalnya naik ke langit, kemudian memperoleh berkah dan pahala amalannya itu setiap saat (pada setiap musim dengan seizing Rabb-nya)كُلَّ حينٍ بِإِذنِ رَبِّهاdijelaskan (dibuatkan) وَيَضرِبُmau mengambil pelajaran dari padanya kemudian mereka mau beriman karenanya (oleh Allah perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat)[]اللَّهُ الأَمثالَ لِلنّاسِ لَعَلَّهُم يَتَذَكَّرونَ
Asbabun Nuzul QS. Ibrahim Ayat 24-25
Dalam surat Ibrahim ayat 24-25 yang sekarang ini kita kaji, ada salah satu ayat yang memiliki asbabun nuzul. Didalam tafsir Al-Misbah (Shihab, 2002, hal. 54), tafsir Al-Maragi (Al-Maragi, 1992, hal. 279) dan tafsir Ibnu Katsir (Abdullah, 2004, hal. 538) bahwa dalam tafsirnya pada ayat 24 merupakan periwayatan perumpamaan pada pohon yang baik, berdasar pada satu riwayat yang menyatakan (Abdullah) putra Umar ra berkata : bahwa suatu ketika kami berada disekeliling Rasulullah saw, lalu beliau bersabda: Beritahulah aku tentang sebuah pohon yang serupa dengan seorang muslim, memberikan buahnya pada setiap musim! Putra Umar berkata: Terlintas dalam benakku bahwa pohon itu adalah pohon kurma tetapi Aku lihat Abu Bakar dan Umar tidak berbicara, maka aku segan berbicara. Dan seketika Rasulullah saw tidak mendengar jawaban dari hadirin, beliau bersabda: Pohon itu adalah pohon kurma. Setelah selesai pertemuan dengan Rasulullah saw itu, aku berkata kepada ayahku Umar: Wahai Ayahku! Demi Allah telah terlintas dalam benakku bahwa yang dimaksud adalah pohon kurma, beliau berkata:  Mengapa engkau tidak menyampaikannya? aku menjawab: aku tidak melihat seorang pun berbicara maka akupun segan berbicara. Umar ra berkata: seandainya engkau menyampaikannya maka sungguh itu lebih kusukai dari ini dan itu HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan lain-lain. Maka setelah adanya periwayatan itu, pohon yang baik yang digambarkan dalam ayat ini merupakan pohon kurma dan terjadi turun ayat ini, menjadikan perumpamaan terhadap pohon yang menurut Allah baik.
Munasabah QS. Ibrahim Ayat 24-25
Setelah menggambarkan kerugian yang akan diperoleh kaumnya yang dzalim dan keuntungannya yang akan didapat oleh orangorang yang beriman dan beramal saleh pada ayat-ayat yang lalu, maka dalam ayat ini Allah SWT memberikan perumpamaan tentang kebenaran dan kebatilan.[]
Penafsiran QS. Ibrahim Ayat 24-25
Tafsir Al-Maraghi
Allah mengumpamakan kalimat yang baik itu dengan pohon yang baik, berbuah, indah dipandang, harum baunya, tertancap kokoh didalam tanah, yang karenanya tidak mudah tumbang dan cabang-cabangnya menjulang tinggi ke udara. Keadaan ini menunjukkan kepada kokohnya pokok, kuatnya akar, dan jauhnya pohon dari benda-benda busuk yang ada di dalam tanah serta kotoran bangunan. Maka pohon itu mendatangkan buahnya yang bersih dari segala kotoran, dan berbuah pada setiap musim dengan perintah serta izin penciptanya. Jika seluruh sifat tersebut dimiliki oleh pohon ini, maka akan banyak manusia yang menyukainya.
Allah mengumpamakan kalimat iman dengan sebuah pohon yang akarnya tetap kokoh di dalam tanah dan cabang-cabangnya menjulang tinggi ke udara, sedang pohon itu berbuah pada setiap musim. Hal ini disebabkan apabila hidayah telah bersemayam didalam qalbu, seakan sebuah pohon yang berbuah pada setiap musim, karena buahnya tidak pernah terputus. Setiap qalbu menerima dari qalbu serupa dan mengambil dengan cepat, lebih cepat daripada kobaran api pada kayu bakar yang kering.
Orang-orang yang berjiwa luhur dan para pemikir besar adalah orang-orang yang memiliki kalimat yang baik, ilmu mereka memberikan nikmat dan rezeki kepada umat mereka didunia. Ilmu mereka tetap kokoh didalam hati mereka, sedang cabang-cabangnya menjalar ke alam-alam tertinggi atau alam terendah, dan pada setiap masa memberikan buahnya kepada putra-putra bangsa mereka  atau putra bangsa lain. Orang-orang mukmin menggunakannya sebagai penunjuk jalan. Sungguh perumpamaan mereka seperti pohon kurma yang tetap tertanam, sedang cabang-cabangnya menjulang tinggi, disamping ia selalu berbuah dan manusia memakannya dimusim panas atau musin dingin. []
Tafsir Al-Mishbah
Ayat ini mengajak siapa pun yang dapat melihat, yakni merenung dan memperhatikan, dengan masyarakat: tidakkah kamu melihat, yakni memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik?. Kalimat itu seperti pohon yang baik, akarnya teguh menghunjam ke bawah sehingga tidak dapat di robohkan oleh angin dan cabangnya tinggi menjulang ke langit, yakni ke atas. Ia memberikan buahnya pada setiap waktu, yakni musim dengan seizin Tuhannya sehingga tidak ada satu kekuatan yang dapat menghalangi pertumbuhan dan hasilnya yang memuaskan. Demikian Allah membuat perumpamaan-perumpamaan, yakni memberi contoh dan perumpamaan untuk manusia supaya dengan demikian makna-makna abstrak dapat ditangkap melalui hal-hal konkret sehingga mereka selalu ingat.
Sementara ulama membahas pohon apakah yang dimaksud sebagai perumpamaan kalimat yang baik itu. Ada yang berpendapat bahwa ia adalah pohon kurma. Berdasarkan satu riwayat yang menyatakan (Abdullah) putra Umar ra. Berkata bahwa suatu ketika kami berada di sekeliling Rasul SAW. Lalu beliau bersabda: Beritahulah aku tentang sebuah pohon yang serupa dengan orang muslim! Putra Umar berkata: Terlintas dalam benakku bahwa pohon itu adalah pohon kurma, tetapi aku lihat Abu Bakar dan Umar tidak berbicara, maka aku segan berbicara. Dan seketika Rasul SAW. Tidak mendengar jawaban dari hadirin, beliau bersabda: Pohon itu adalah pohon kurma. Setelah selesai pertemuan dengan Rasul SAW. Itu aku berkata kepada (ayahku) Umar:  Wahai Ayahku! Demi Allah telah terlintas dalam benakku bahwa yang dimaksud adalah pohon kurma. Beliau berkata: Mengapa engkau tidak menyampaikannya? Aku menjawab: Aku tidak melihat seorang pun berbicara, maka aku pun segan berbicara. Umar ra. berkata: Seandainya engkau menyampaikannya maka sungguh itu lebih kusukai dari ini dan itu (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi dan lain-lain).
Ulama juga berbeda pendapat tentang apa yang dimaksud dengan kalimat yang baik, ada yang berpendapat bahwa ia adalah kalimat Tauhid, atau iman, bahkan ada memahaminya menunjuk kepada pribadi seorang mukmin. Iman terhunjam kedalam hatinya, seperti terhunjamnya akar pohon, cabangnya menjulang ke atas, yakni amal-amalnya di terima oleh Allah, buahnya, yakni ganjaran Ilahi pun bertambah setiap saat. Thahit Ibn Asyur memahaminya dalam arti Al-Quran dan petunjuk-petunjuknya. Thaba thabai memahaminya dalam arti kepercayaan yang haq. Makna-makna di atas semuanya dapat bertemu. Agaknya secara sigkat kita dapat menyatakan bahwa ia adalah Kalimat Tauhid.
Kalimat Tauhid adalah pusat yang berkeliling di sekitarnya kesatuan-kesatuan yang tidak boleh di lepaskan dari pusat itu, seperti planet-planet tata surya yang berkeliling di sekitar tata surya. Kesatuan-kesatuan itu antara lain, kesatuan alam raya, kesatuan dunia dan akhirat, kesatuan natural dan supra natural, kesatuan ilmu, kesatuan sumber agama-agama samawi, kesatuan kamanusiaan, kesatuan umat, kesatuan kepribadian manusia dan lain-lain.[]
Tafsir Ibnu Katsier
Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan kalimat yang baik ialah ucapan Lailaha Illallah. Dan bahwa orang mukmin diumpamakan sebagai pohon yang baik, yang selalu tidak terputus-putus amalnya, pada waktu pagi, sore, atau malam bahkan pada tiap saat ada amal sholehnya yang naik keatas. Diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibnu Umar yang bercerita; bahwa Rasulullah pada suatu ketika bertanya kepada kita yang berada disekelilingnya Beritahulah aku tentang sebuah pohon yang sifat-sifatnya menyerupai keadaan orang-orang muslim, yang tidak rontok daun-daunnya pada musim panas maupun musim dingin dan memberikan (menghasilkan) buahnya tiap waktu seizin tuhannya. itulah pohon kurma, Rasulullah menjawab sendiri pertanyaannya.[]
Aspek Kandungan Pendidikan
Allah akan meneguhkan iman orang-orang yang beriman pada masa hidupnya. Kemudian Allah jugaakan meneguhkan iman mereka sesudah mati, yaitu didalam kubur yang merupakan tempat persinggahan pertama di akhirat.
Mendekatkan makna pada pemahaman.
Merangsang kesan dan pesan yang berkaitan dengan makna yang tersirat dalam perumpamaan tersebut, yang menggugah dan menumbuhkan berbagai perasaan ketuhanan.
Mendidik akal supaya berpikir logis dan menggunakan qiyas (silogisme) yang logis dan sehat.
Perumpamaan merupakan motif yang menggerakkan perasaan menghidupkan naluri, yang selanjutnya menggugah kehendak dan mendorong seseorang untuk melakukan amal yang baik dan menjauhi segala kemungkaran
PENUTUP
KESIMPULAN
Metode perumpamaan dapat di terapkan sebagai metode dalam kependidikan. Objek-objek perumpamaan yang nyata dipergunakan untuk memudahkan memahami konsep berdasarkan perhatian yang diberikan. Seperti Dalam surat Al-Ankabut : 41, orang yang menyekutukan Allah (syirik) itu di umpamakan seperti sarang laba-laba, yang demikian lemah dan tidak berdaya. Perumpamaan tersebut dipergunakan untuk memperlihatkan ayat-ayat Allah dan meniadakan sesembahan kepada makhluk lain selain Allah yang pantas disembah. Fungsi kedua digunakannya perumpamaan ini adalah agar orang-orang mukmin melakukan perbuatan-perbuatan baik, sementara orang-orang kafir senantiasa melakukan perbuaatn-perbuatan keji dan menjijikan.
DAFTAR PUSTAKA
Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti,Terjemahan TafsirJalalain Berikut Asbabun Nuzul,(Bandung: Sinar Baru, 1990), hlm.,1031.
Departemen Agama RI, Al-Quran dan Tafsirannya, hal. 144
Ahmad Musthofa Al-Maraghi, Op.Cit.,hlm.278-281.
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah pesan, kesan dan keserasian Al-Quran, (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm.,51-53.
Salim Bahreisy dan Said Bahreisy, Terjemahan Singkat Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4, (Surabaya: Bina Ilmu, 1988), hlm.486-487.

Postingan Serupa

20.47 - tanpa komentar

0 komentar untuk METODE PENDIDIKAN ISLAM DALAM QS. IBRAHIM AYAT 24-25.

silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan