CONTOH REVIEW JURNAL PSIKOLOGI KEPRIBADIAN "VIRGINITY VALUE DITINJAU DARI BIG FIVE PERSONALITY"



CONTOH REVIEW JURNAL PSIKOLOGI KEPRIBADIAN  "VIRGINITY VALUE DITINJAU DARI BIG FIVE PERSONALITY"

Disusun Oleh :
Muhammad Nur Afif  (1410120044 )
                                                                        


CONTOH REVIEW JURNAL PSIKOLOGI KEPRIBADIAN  "VIRGINITY VALUE DITINJAU DARI BIG FIVE PERSONALITY" 
 


REVIEW JURNAL

A.    Identitas Jurnal
1.      Judul                            

“VIRGINITY VALUE DITINJAU DARI BIG FIVE PERSONALITY”


2.      Jurnal
IPI Journal: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
3.      Key words
Virginity value, big five personality             
4.      Nama Penulis
Patmawati
5.      Jabatan Penulis
             Patmawati             : Mahasiswa penulis skripsi Fakultas Psikologi, Universitas        Muhammadiyah Malang
6.      Departemen Penulis         
Universitas Muhammadiyah Malang
7.      Tahun, Volume dan Halaman
2013,Vol. 01, No.02, Agustus 2013
8.      Jenis Penelitian
        Rancangan penelitian yang digunakan adalah non-experimental dengan jenis penelitian kuantitatif komparatif, yaitu untuk mengetahui perbedaan antara dua variabel dengan menggunakan uji beda.

        Subjek penelitian adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan rentang usia 17 tahun ke atas. Berdasarkan tabel Isaac dan Michael (dalam Sugiyono, 2009) dengan taraf kesalahan 5%, peneliti mengambil sampel sejumlah 378 mahasiswa.

        Subjek diambil dari mahasiswa UMM karena UMM merupakan salah satu universitas terbesar di Malang.

        Jumlah mahasiswa aktif sekitar 18.646 orang mahasiswa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia (http://www.umm.ac.id). Pengambilan sampel dilakukan secara insidental karena faktor-faktor seperti jenis program studi, pekerjaan atau informasi lainnya tidak menjadi bagian dari variabel yang akan diteliti.

        Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah virginity value. Virginity value adalah keyakinan tentang keperawanan yang fungsinya untuk membantu individu dalam membuat keputusan akan tetap perawan atau perjaka sebelum pernikahan.
9.      Tujuan Penelitian
        Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan virginity value ditinjau dari big five personality.



B. Ringkasan Jurnal
1. Latar Belakang Masalah
                    
Penelitian ini di latar belakangi Masalah keperawanan yang terus mengundang kontroversi, sebagian menganggapnya sesuatu hal yang teramat penting dan sakral, sehingga terkesan mengagungkannya. Namun, ada banyak wanita yang menganggapnya sebagai sesuatu yang kurang berharga lagi sehingga rela melepas keperawanannya dengan berbagai macam alasan. Keperawanan yang seharusnya dijaga sampai menikah sudah hilang sebelum dilakukannya pernikahan itu sendiri. Keperawanan bukan semata-mata utuhnya selaput dara, tetapi jauh berharga daripada itu. Keperawanan menunjukkan harga dan martabat kaum wanita. Keinginan dan usaha para wanita untuk menjaga diri dan kehormatan, itulah hakikat kesucian. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa dengan kecanggihan teknologi dibidang kedokteran saat ini, selaput dara atau hymen yang sudah terkoyak bisa dikembalikan seperti semula dengan operasi plastik. Hal ini menjadi permasalahan bila keperawanan itu hilang karena seks pranikah, dan hal ini kebanyakan terjadi dikalangan mahasiswa saat ini.

2. Core value pembahasan

   Virginity value adalah keyakinan tentang keperawanan yang berfungsi sebagai pedoman untuk membantu individu membuat keputusan apakah akan tetap perawan atau perjaka sebelum pernikahan. Faktor-faktor yang memengaruhi virginity value berasal dari faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi norma kelompok, kebudayaan masyarakat, dan adanya informasi baru. Sedangkan faktor internal meliputi kepribadian, motivasi, pengalaman masa lalu, dan nilai-nilai yang dianutnya. Sedangkan keperawanan (virginity) ialah suatu kondisi dimana seseorang belum pernah terlibat hubungan seksual sebelum menikah, sehingga selaput dara (hymen) belum robek lapisannya, dan kemudian terlibat dalam tindakan seksual hanya dengan pasangan hidupnya (Baswardono, 2005; Supatmiati, 2007; Ambaw, Mossie, Gobena, 2010).

Salah satu pihak yang turut berperan dalam pengambilan keputusan untuk berhubungan seks sebelum menikah adalah pria. Para pria khususnya di Indonesia, masih tetap mengagungkan keperawanan untuk calon istrinya. Meskipun si pria belum tentu perjaka, ia tetap menginginkan calon istrinya perawan.


3. Hasil Penelitian
   Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskripsi keseluruhan subjek penelitian sebagaimana berikut:

              Tabel 1. Deskripsi subjek


Kategori
Frekuensi
Persentase

Jenis kelamin



Laki-laki
144
38.1

Perempuan
234
61.9

Usia



< 21 tahun
292
77.2

21 tahun
86
22.8







Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa sampel penelitian sebanyak 378 subjek, diketahui rentang usia kurang dari 21 tahun sebanyak 292 mahasiswa (77,2%) dan usia diatas 21 tahun sebanyak 86 mahasiswa (22,8%). Sedangkan jika dilihat dari jenis kelamin, untuk laki-laki sebanyak 144 mahasiswa (38,1%) dan perempuan sebanyak 234 mahasiswi (61,9%).

        Tabel 2. Big five personality dan virginity value


Kepribadian
Virginity value
Total







Rendah
Tinggi


N
3 (33,3%)
6 (66.7%)
9

E
20 (55,6%)
16 (44,4%)
36

O
16 (42,1%)
22 (57,9%)
38

A
92 (34,5%)
175 (65,5%)
267

C
13 (46,4%)
15 (53,6%)
28






Total
144 (38,1%)
234 (61,9%)
378 (100%)






Berdasarkan tabel 5 dapat diketahui bahwa sebanyak 234 mahasiswa (61,9 %) memiliki virginity value yang tinggi. Sementara itu subjek yang memiliki virginity value yang rendah sebesar sebanyak 144 mahasiswa (38,1%). Jumlah subjek yang memiliki virginity value yang tinggi terletak pada subjek yang bertipe kepribadian agreeableness  (A)         yaitu sebanyak 175 mahasiswa (65,5%). Sedangkan subjek yang memiliki virginity value paling rendah terletak pada subjek yang bertipe kepribadian neuroticsm (N) sebanyak 6 mahasiswa (66,7%). Kemudian seluruh tipe kepribadian cenderung memberikan penilaian yang tinggi pada virginity value.



Tabel 3. Hasil analisis uji oneway anova

Virginity value
df
Mean Square
F
Sig.





Between Groups
4
22.467
2.349
0.054
Within Groups
373
18.239


Total
377




Hasil uji hipotesis berdasarkan analisa data yang dilakukan dengan menggunakan one way Anova. Berdasarkan tabel 6, nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,054 > 0,05 yang berarti bahwa rata-rata virginity value subjek tidak berbeda, artinya tidak ada perbedaan virginity value ditinjau dari big five personality. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan virginity value pada mahasiswa ditinjau dari big five personality. Hal ini dapat dilihat pada nilai F 2,349 dengan nilai signifikansi 0,054 > 0,05. Nilai signifikansi sebesar 0,054 menunjukkan bahwa taraf kesalahan lebih besar dari 5%. Penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan kepribadian yang digolongkan melalui big five personality tidak memberikan suatu perbedaan penilaian terhadap virginity value.

Implikasi dari penelitian yaitu peran orangtua sangat penting dalam pembentukkan nilai terutama virginity value. Orangtua disarankan agar berperan aktif baik sebagai pendidik, modeling, maupun sebagai pihak yang memberikan pengarahan pada anak karena sebuah nilai yang dianut oleh seorang individu terbentuk sejak usia dini. Orangtua dapat memberikan penanaman atau internalisasi nilai moralitas, pengawasan, pendampingan, dan pendidikan seks terhadap anak-anaknya. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menyusun skala virginity value yang sesuai dengan budaya di Indonesia dan memperbanyak jumlah item karena skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang diadaptasi dari negara lain, dan melakukan penelitian dengan metode kualitatif dan kuantitatif terkait dengan virginity value ditinjau dari jenis kelamin, latar belakang pendidikan, dan pola asuh orang tua.
C. Review Jurnal  
Jurnal ini membahas tentang persoalan perempuan yang di sebut dengan Virginity Value atau Nilai Keperawanan yang masih menjadi permasalan yang ada sampai saat ini.Tidak bisa di pungkiri bahwa keperawanan perempuan merupakan asset yang paling mahal yang di miliki perempuan untuk menunjukan bahwa dia gadis yang masih suci dan bersih.Namun pada era zaman sekarang banyak perempuan yang Hilang keperewanannnya pada masa pranikah karna pergaulan yang bebas.
Nilai (value) yang dimiliki seseorang tentang keperawanan (virginity) dalam penelitian ini dibedakan oleh tipe kepribadian, dan kepribadian itu (big five personality) menunjukkan pola konsisten dari pikiran, perasaan, dan tindakan seorang individu (McCrae, 2002). Kepribadian neuroticism menggambarkan stabilitas emosional dengan cakupan-cakupan perasaan negatif yang kuat termasuk kecemasan dan kesedihan. Karakteristik individu tipe ini memiliki kekhawatiran yang tinggi dan ditunjukkan pada sikapnya yang cenderung khawatir dalam menyikapi segala sesuatu yang bersifat mengkhawatirkan baginya sehingga individu dengan karakteristik neuroticism akan menilai penting sebuah keperawanan. Oleh karena itu, individu yang memiliki kecenderungan neuroticism tinggi diasumsikan memiliki virginity value yang tinggi. Individu yang memiliki kecenderungan extraversion tinggi diasumsikan memiliki virginity value yang rendah karena individu pada tipe kepribadian ini memiliki hasrat untuk berhubungan dengan dunia luar yang lebih besar sehingga lebih mudah terpengaruh oleh lingkungannya.

Individu dengan openness yang tinggi diasumsikan memiliki virginity value yang rendah, karena individu akan mencari pengalaman-pengalaman yang berbeda dan beragam, cenderung mempertanyakan nilai-nilai tradisional, dan liberal, sehingga individu tersebut akan cenderung menilai rendah keperawanan. Kepribadian agreeableness yang tinggi diasumsikan memiliki virginity value yang tinggi. Individu yang memiliki kepribadian ini cenderung suka membantu, langsung pada permasalahan, pemaaf, berhati lembut, penuh kepercayaan, dan polos sehingga individu tersebut cenderung menilai tinggi keperawanan. Sedangkan individu dengan conscientiousness yang tinggi diasumsikan memiliki virginity value yang tinggi. Conscientiousness memberi gambaran bahwa individu peka terhadap suara hati, tepat waktu, tekun, memiliki disiplin diri, dan tegas sehingga individu cenderung menilai tinggi sebuah keperawanan.
Secara keseluruhan, lebih dari 60% subjek penelitian ini memiliki virginity value yang tinggi. Ketika dilihat berdasarkan tipe kepribadian, subjek yang bertipe kepribadian neuroticism, agreeableness, conscientiousness, dan openness memiliki virginity value yang tinggi. Sedangkan subjek bertipe kepribadian extraversion, memiliki virginity value rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa hanya virginity value pada tipe kepribadian openness saja yang tidak sesuai dengan asumsi.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa tidak ada perbedaan virginity value pada mahasiswa ditinjau dari big five personality. Hal ini dapat dilihat pada Tabel pada nilai F 2,349 dengan nilai signifikansi 0,054 > 0,05. Nilai signifikansi sebesar 0,054 menunjukkan bahwa taraf kesalahan lebih besar dari 5%. Penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan kepribadian yang digolongkan melalui big five personality tidak memberikan suatu perbedaan penilaian terhadap virginity value.
D. kritik dan Saran
Kritik
......................
Saran
..................





Postingan Serupa

15.18 - tanpa komentar

0 komentar untuk CONTOH REVIEW JURNAL PSIKOLOGI KEPRIBADIAN "VIRGINITY VALUE DITINJAU DARI BIG FIVE PERSONALITY".

silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan