TAFSIR AL MISBAH QS. AL BAQARAH AYAT 165



TAFSIR AL MISBAH QS. AL BAQARAH AYAT 165


Makalah

Pemenuhan Tugas UAS

Mata Kuliah : Batshul Kutub

Semester VII (Tujuh) tahun 2017

Dosen Pengampu: Moh. In’ami, M.Ag






 TAFSIR AL MISBAH QS. AL BAQARAH : 165



Disusun Oleh :

Zulkifli Darwis          : 1410120058




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN TARBIYAH PRODI  PAI
TAHUN 2017


A.    Pendahuluan
Allah menurunkan kitab-Nya Al-Qur’an untuk pedoman dan Undang-undang bagi kaum muslimin dalam mengarungi liku-liku hidupnya. Dengan pantulan sinarnya hati mereka akan menjadi terang dan petunjuknya mereka akan mendapatkan jalan yang lempang. Al-Qur’an akan mengangkat mereka ke puncak kebahagiaan dan keluhuran serta didalamnya terdapat seluruh aspek dan unsur kebahagiaan pengetahuan Allah Yang Maha Bijaksana.

Dan tafsir adalah kunci untuk membuka gudang simpanan yang tertimbun dalam Al-Qur’an. Dengan terjemah dan tafsir dapatlah manusia mengikuti arti Al-Qur’an yang menerangkan kepadanya apa-apa yang akan menyenangkan mereka dunia dan akhirat, dan memberikan jalan untuk mencapai maksud dan tujuan hidup.

Dalam pembahasan ini berhubungan tentang kemurkaan Allah kepada makhluk yang menyekutukan dan mecintai sesembahan selain Allah melebihi kecintaan kepada Allah yang terdapat dalam QS. Al-baqarah 165 . Menerangkan bahwa detail isi kandungan serta munasabah surat Al baqarah  165 yang bertujuan memberikan pengetahuan dan menjelaskan bahwa Allah adalah satu-satunya dzat yang maha kuasa dan berbeda dengan makhluk untuk dijadikan tandingan-Nya. Dan Allah sangat murka, jika ada makhluknya yang menyekutukan dan mengingkari kekuasaan Allah swt.dalam firman-Nya Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman [31]: 13) .Dalam ayat ini merupakan penjelasan bahwa menyekutukan Allah adalah kezhaliman yang besar.

B.     Tafsir Ayat

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ                                                                            الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَاب          ِ


“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah [2]: 165)

Pada ayat ini Allah swt.memulai uraiannya dengan berfirman: Di antara manusia ada orang-orang yang menyembah apa yang dianggapnya tandingan-tandingan selain Allah;  baik berupa berhala, bintang, maupun manusia biasa yang telah tiada, atau pemimpin-pemimpin mereka. Padahal tandingan-tandingantersebut adalah makhluk-makhluk ciptaan-Nya juga.Bahkan, manusia-manusia itu bukan hanya menyembahnya, tetapi mereka mencintainya, yakni taat kepadanya serta bersedia berkorban untuknya sebagaimana layaknya mereka mencintai Allah.Keadaan mereka berbeda dengan orang-ornag beriman.Adapun orang-orang yang beriman cinta mereka kepada Allah sangat kuat, yakni lebih mantap daripada cinta kaum musyrikin terhadap tuhan-tuhan atau sesembahan mereka.Ini disebabkan karena orang-orang beriman mencintai-Nya tanpa pamrih.Cinta mereka lahir dari bukti-bukti yang mereka yakini serta pengetahuan tentang sifat-sifat-Nya Yang Maha Indah. Anda juga boleh memahami kekuatan cinta orang beriman disbanding dengan orang kafir, karena orang beriman taat dan tetap cinta kepada Allah serta memohon bantuan-Nya, baik dalam keadaan sulit maupun senang, sedang orang-orang musyrik tidak lagi mengarah kepada berhala-berhalajika mereka menghadapi kesulitan. Atau orang-orang mukmin tidak melupakan Allah swt dalam keadaan apapun, senang atau susah, sedang orang-orang kafir baru mengingat Allah ketika mereka mengalami kesulitan dan kalau kesulitannya telah teratasi mereka kembali lupa, seakan-akan mereka tidak pernah bermohon kepada-Nya.
Maka sungguh berbeda mereka yang beriman dengan yang mempersekutukan Allah.Karena itu, hendaklah mereka yang menyembah selain Allah berhati-hati. Dan jika seandainya orang-orang ynag berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa pada hari Kiamat bahwa semua kekuatan adalah kepunyaan Allah dan bahwa Allah amat pedih siksaan-Nya, niscaya mereka menyesal dan tidak akan mengambil tandingan-tandingan bagi Allah apalagi mencintai tandingan-tandingan itu.
Mereka yang durhaka dan mempeersekkutukan Allah, ada yang mengajak kepada kedurhakaan dan menjadi pemimpinnya, dan ada juga yang hanya menjadi pengikut-pengikut.[1]

C.    Analisis Sekaligus Fakta
Setelah ditelaah dan dikaji, disini penulis akan mencoba memberi gambaran atau point-point dari analisa sekaligus fakta tentang apa makna yang terkandung dalam Qur’an Surah Al Baqarah : 165  yang semoga dapat lebih memahamkan para pembaca dalam memahami isi kandungan dari ayat tersebut, yaitu

1.      Terdapat orang-orang yang Mencintai tandingan2 seperti mencintai Allah

Dan diantara manusia (ada) orang-orang yang menjadikan dari selain Allah sebagai tandingan2 misalnya berhala- berhala.Mereka mencintainya dengan hormat dan tunduk seperti mencintai Allah, maksudnya sebagaimana mereka mencintai Allah.
Yang biasanya menjadi tandingan berdasarkan fakta yang ada :
a.       Berhala-berhala
Orang yang belum kuat imannya lebih cenderung mencari penghambaan lain ketika mengalami kesulitan



b.      Pasangan
Bentuk kecintaan kepada pasangan bisa terjadi karena mereka menganggap cinta adalah puncak kesenangan, sehingga terkadang banyak yang lalai atau telah melebihi kecintaan kepada Allah. Padahal Allah lah sang pemilik hati .
“Yaa Muqollibal Qulub” Wahai  Dzat yang mampu membolakbalikkan hati
c.       Harta
“Money its not everything but no money everything its nothing” itulah mindset kebanyakan orang sekarang . Harta atau uang dianggap sesuatu yang mampu menjamin kebahagiaan seseorang , melalaikan mereka akan kehidupan akhirat dan lebih menghamba pada sifat-sifat keduniawian . mereka lupa bahwa harta adalah sebuah amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannnya diakhirat nanti.
Kebanyakan mereka mengangap kesuksesan atau pencapaian mereka itu jerih payah mereka sendiri tanpa ada peran atau sebuah pemberian bentuk kemurahan Allah swt kepada hambanya .sifat inilah yang membuktikan bahwa kecintaan kepada harta lebih dari kecintaan kepada Allah swt.
d.      Tahta
Orang lebih mempertimbangkan sesuatu yang lebih prospek yang berhubungan tentang pekerjaan apa yang paling banyak menghasilkan, ketika orang sudah mempunyai peekerjaan dan jabatan yang cukup tinggi ketika ada persaingan mereka akan berusaha melakukan apapun untuk mempertahankan jabatan yang sedang diduduki. Dan yang jelas sering terjadi, ketika ada sesuatu tentang hubungan kerja pastilah dengan segera diselesaikan , tetapi ketika ada adzan yang mengumandangkan “Haiyya ala Alfalah” mari menuju kemenangan, mereka enggan menyegerakan. Inilah fakta orang lebih mementingkan  jabatan/pekerjaan dibanding seruan untuk menuju kemenangan yakni bersujud kepada Allah. Bahwa jarak kemenangan hanya berkisar antara kening dan sajadah

2.      Penghambaan orang-orang beriman

Makna penghambaan ialah tunduk dan merendahkan diri serta patuh kepada Allah, dengan mentaati perintah-perintahNya, meninggalkan larangan-laranganNya, selalu berada pada jalanNya dalam rangka mendekatkan diri kepadaNya sekaligus mengharap pahala dan berhati-hati dari kemarahan serta hukumanNya.
Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah
Sedangkan orang-orang beriman lebih kuat cintanya kepada Allah melebihi kecintaan kepada siapapun, karena mereka tak hendak berpaling daripadaNya dalam keadaan bagaimanapun, sementara orang kafir cintanya kepada Allah itu hanyalah dalam keadaan terpaksa atau terpaksa.

3.      Mencintai tandingan2 Allah merupakan orang2 yang zalim
a.       Maksud orang dzalim di ayat ini adalah orang yang menyembah selain Allah

4.      Orang zalim akan menyesal
a.       Siksa pada hari kiamat
b.      Jika saja orang dzalim diperlihatkan beratnya siksa pada hari kiamat yang didapat dari lebih menghambakan diri kepada tandingan2 Allah niscaya mereka akan menyesal
c.       Semua kekuatan hanya milik Allah
d.      Tandingan-tandingan yang mereka cintai dibanding Allah jelas tidak akan memberikan manfaat apapun di hari perhitungan nanti, disini orang zalim akan sadar bahwa seluruh kekuatan hanyalah milik Allah semata

D.    Kesimpulan

Dari semua apa yang sudah dipaparkan diatas dapatditarik kesimpulan bahwasanya apa yang terkandung dalam QS. Al Baqarah 165 menjelaskan tentang orang-orang dzalim yang menyekutukan Allah dengan menyembah selain Allah serta membandingkan Allah dengan yang lain, padahal apapun yang ada di dunia ini adalah ciptaan Allah. Allah adalah tuhan yang maha esa tidak ada sekutu yang mampu menyamai bahkan menandingi-Nya.
Dan banyak juga makhluk-Nya yang memiliki kecintaan melebihi kecintaannya kepada Allah swt.seperti halnya kecintaan mereka (makhluk) pada hal yang bersifat keduniawian seperti lebih mementingkan hartanya, mencintai pasangannya secara berlebihan, jabatan yang selalu dibangga-banggakan dan dipertahankan mati-matian hanya untuk menjaga dan menganggap bahwa sesuatu kebahagian dunia hanya dapat diukur dari apa yang didapatkan dalam bentuk materi. Kecintaan mereka ini mengindikasikan bahwa mereka lebih mencintai sesuatu yang bersifat keduniawian tanpa memikirkan akhirat padahal semua apa yang mereka dapatkan itu adalah pemberian dari Allah dzat yang pengasih lagi maha penyayang, tetapi mereka lalai, congkak dan sombong bahwa apa yang mereka miliki atau dapatkan berkat hasil usaha dan jerih payah mereka sendiri. Sungguh Allah swt sangat murka kepada mahkluk yang menyekutukan Allah dan memilik kecintaan lebih dari kecintaanya kepada Allah swt.




DAFTAR PUSTAKA
Tafsir Al Misbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an/ M. Quraish Shihab.—Jakarta: Lentera Hati,2002.15 vol ; 24 cm.


[1] Tafsir Al Misbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an/ M. Quraish Shihab.—Jakarta: Lentera Hati,2002.
15 vol ; 24 cm. Hlm 375-376

Postingan Serupa

23.01 - tanpa komentar

0 komentar untuk TAFSIR AL MISBAH QS. AL BAQARAH AYAT 165.

silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan