CONTOH LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) DI SURAKARTA - YOGYAKARTA


 CONTOH LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)  DI SURAKARTA - YOGYAKARTA

 

 

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)
DI SURAKARTA - YOGYAKARTA
SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2017


CONTOH LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)  DI SURAKARTA - YOGYAKARTA 
Disampaikan Sebagai Salah Satu Syarat

Untuk Memenuhi Mata Kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Laporan Individu Oleh :

PURNOMO
NIM 1410120067







SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) KUDUS
TAHUN 2017


Laporan Individu Praktik Kerja Lapangan (PKL) disusun oleh :

PURNOMO
NIM 1410120067

Program Studi                         : Pendidikan Agama Islam (PAI)
Jurusan                                    : Tarbiyah
Perguruan Tinggi                     : STAIN Kudus
Tempat Pelaksanaan                : Surakarta - Yogyakarta
Waktu Pelaksanaan                 : 10-11 November 2017

Telah disahkan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk memenuhi tugas akhir dari mata kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL).





Kudus, 23 November 2017
Dosen Pembimbing Lapangan,


H. Mohammad Dzofir M. Ag
NIP. 197311011999031001




 


Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat, taufiq serta inayah- Nya sehingga pada kesempatan kali ini penulis dapat menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Surakarta – Yogyakarta, sekaligus menyelesaikan laporan dengan lancar.
Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini merupakan bukti real administratif, karena dengan selesainya laporan ini menunjukkan bahwa Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Surakarta – Yogyakarta sudah selesai dilaksanakan. Disamping itu kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini digunakan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas akhir dari mata kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Kegiatan menyusun laporan ini dapat terealisasi dengan baik berkat bimbingan, arahan, dan dukungan dari pihak- pihak yang terkait selama pembuatan dan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Oleh  karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:
1.        Bapak Dr. Mundzakir, M.Ag., selaku Ketua STAIN Kudus.
2.        Bapak Dr. H. Abdul Karim, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Tarbiyah STAIN Kudus.
3.        Bapak H. Mohammad Dzofir, M.Ag., selaku Sekretaris Jurusan Tarbiyah STAIN Kudus.
4.        Ibu Mufatihatut Taubah, S.Ag., M.Pd.I., selaku Ketua Prodi PGMI dan Dosen Pembimbing Lapangan.
5.        Bapak K.H. Nasihin Taqwa, S.Ag., selaku Narasumber di Ponpes Modern Assalaam Surakarta.
6.        Ibu Umi  Faizah, M.Pd., selaku ketua STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta.
7.        Bapak Setyoadi Purwanto, S.Pd., M.Pd.I., selaku Narasumber STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta.
8.        Bapak M. Aris Kusdianto, selaku Narasumber STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta.
9.        CV. Nusa Indah selaku tour leader PKL STAIN Kudus 2017.
10.    Ibu tercinta dan keluarga yang telah mendidik dan selalu mendo’akan serta memberikan restunya kepada saya.
11.    Teman- teman Praktik Kerja Lapangan (PKL) senasib dan seperjuangan yang telah memberikandorongandansemangat.
12.    Seluruh pihak- pihak yang terkait dan orang-orang yang selalu memberikan semangat dan bantuan kepada saya, yang tidak bisa saya ucapkan satu persatu.




D.  Karya Wisata...................................................................................7







Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu kegiatan perkuliahan di luar Kampus STAIN Kudus, yaitu di tempat atau lembaga tertentu yang telah ditetapkan sesuai dengan program kekhususan yang ditempuh. Merupakan mata kuliah wajib yang berbobot 3 Sistem Kredit Semester (SKS) bagi mahasiswa semester 5 pada semua program studi di lingkungan Jurusan Tarbiyah STAIN Kudus.
Program ini dilaksanakan dengan tujuan agar mahasiswa memiliki kemampuan secara profesional dalam mengidentifikasi,menganalisis, mengimplementasikan, mengevaluasi dan menyelesaikan masalah-masalah bidang pendidikan yang relevan dengan pengelolaan maupun pembelajaran. Selain itu, mahasiswa juga dapat membandingkan konsep implementasi pendidikan, khususnya kegiatan belajar mengajar antara suatu lembaga dengan lembaga lainnya.
Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada jurusan Tarbiyah tahun 2017 diarahkan pada instansi/lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, yakni melakukan kunjungan di PPMI As-Salam Surakarta untuk Program Studi PAI dan PBA, serta Kunjungan di STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta untuk Program Studi PGMI dan PIAUD. Selain itu, mahasiswa juga mengunjungi tempat wisata yang menarik sehingga dapat memperluas wawasan serta pengalaman.

Kunjungan pertama di selenggarakan di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Surakarta, pada hari Jum’at, tanggal 10 November 2017, Jam 12.00-15.00 WIB.
Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) As-Salaam adalah lembaga pendidikan Islam swasta yang didirikan oleh Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta (MPI). Berdiri pada tanggal 17 Syawwal 1402 H. bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1982 M, berlokasi di Jalan Yosodipuro No. 56 Punggawan Surakarta menempati tanah seluas 2.845 m, di Desa Pebelan dan Gonilan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Wakaf dari keluarga H. Abdullah Marzuki dan Hj. Siti Aminah Abdullah, pemilik percetakan PT. Tiga Serangkai Solo.
Pada saat melakukan kunjungan di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) As-Salaam banyak sekali edukasi serta pengetahuan yang kita dapatkan maupun yang kita serap dan dijadikan pengalaman dalam hidup.
·       Visi :
Terwujudnya insan yang memiliki keseimbangan Spiritual, Intelektual, dan Moral menuju generasi ulul albab yang berkomitmen tinggi terhadap kemaslahatan Umat dengan berlandaskan pengabdian kepada Allah SWT.
·       Misi :
Menyelenggarakan proses pendidikan Islam yang berorientasi pada mutu, berdaya saing tinggi, dan berbasis pada sikap Spiritual, Inetelektual dan Moral guna mewujudkan kader umat yang menjadi rahmatan lil alamin (QS. 9 :122).
Mengembangkan pola kerja pondok pesantren dengan berbasis pada manajemen profesional yang Islami guna menciptakan suasana kehidupan di lingkungan pondok yang tertib, aman dan damai. (QS. 56: 26, QS 9:105, QS 67:2).
Meningkatkan citra positif lembaga pendidikan Pondok Pesantren yang berwawasan sains dan tehnologi Informasi serta berbudaya modern yang Islami. (QS. 39:18).
·       Tujuan :
Tercapainya manusia yang berilmu dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia dan mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat yang plural berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah.

·       Motto :
Keseimbangan Spiritual, Intelektual dan Moral.
·       Prinsip Lembaga :
PPMI Assalaam berdiri diatas dan untuk semua golongan
·       Panca Jiwa Pondok :
Kesederhanaan, Keikhlasan, Kemandirian, Ukhuwah Islamiyah, Berpikir Bebas.
1.      Sambutan- Sambutan di PPMI Assalam Surakarta
Dalam kunjungan di PPMI As-Salam Surakarta terdapat beberapa sambutan yang disampaikan oleh perwakilan dari pihak STAIN Kudus dan PPMI Assalaam Surakarta. Adapun sambutan- sambutannya, terdiri dari:  
a.         Sambutan dari Bapak H.Dr. Abdul Karim, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Tarbiyah STAIN Kudus.
Beliau menyampaikan sambutannya tentang alasan mengapa PKL tahun ini diadakan di Solo – Surakarta. Adapun alasannya adalah antara STAIN dan PPMI As-Salaam mempunyai visi dan tujuan yang sama, yaitu tercapainya manusia yang berilmu dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia dan mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat yang plural berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah.
b.         Sambutan dari Bapak K.H. Nasihin Taqwa, S.Ag., selaku Kepala Unit Pengembangan Bahasa diPPMI Assalam Surakarta.
Dalam sambutannya beliau menjelaskan tentang program bahasa.Progam bahasa yang diterapkan di PPMI Assalaam ada dua, yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
Keduanya memiliki kriteria yang sama, yaitu :
-          Muchadharah : Mendengar, menulis, dan memahami.
-          Muchadatsah : Kemampuan berbahasa.
-          Tazwiidul Mufrodat : Imtihan.
-          Firqotul Lughoh : Language club.
-          Mahkamah Lughoh : Sanksi untuk santri yang tidak berbahasa arab.
PPMI Assalaam menyelenggaraan Pendidikan formal dan nonformal yang terdiri dari:
1.      Madrasah Tsanawiyah (MTs)
2.      Madrasah Takhashusiyah (TKS)
3.      Madarsah Aliyah (MA)
4.      Sekolah Menengah Atas (SMA)
5.      Sekolah Menengan Kejuruan (SMK)
6.      Kesantrian
Untuk penerapan kurikulum dijadikan satu dengan pendidikan pesantren, karena pada dasarnya ponpes ini adalah pesantren yang berbasis kurikulum. Mereka menamainya Kurikulum PPMI Assalaam.

Kunjungan kedua diselenggarakan di STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta yang bertepatan dengan hari Sabtu, tanggal 11 November 2017, Jam 09.00 WIB, yang berlokasi di Jl. Jembatan Merah, Prayan Kulon, No. 116-K, Condongcatur Depok Sleman Yogyakarta. Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta adalah lembaga Pendidikan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS) yang diselenggarakan oleh Yayasan SPA Indonesia yang merupakan pengembangan dari D-II PGTK RA/BA Bina Insan Mulia Yogyakarta (di bawah pembinaan KEMENAG RI). STPI merupakan satu-satunya lembaga pendidikan tinggi di DIY dan Jawa Tengah yang mendapat ijin resmi membuka program S1 Pendidikan Guru Raudlotul Athfal (PGRA) dan telah berpengalaman sejak 1995, menyelenggarakan PGTKI yang menghasilkan guru-guru TK/RA dan PAUD yang kreatif, militant, dan professional yang tersebar di seluruh Indonesia.
1.    Sambutan di STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta
a.         Sambutan dari ketua Jurusan Tarbiyah STAIN Kudus yaitu Bapak Dr. H. Abdul Karim, M.Pd.
Beliau memperkenalkan DPL yang mengikuti kegiatan PKL, selanjutnya beliau menyampaikan tujuan dari kunjungan mahasiswa STAIN Kudus dan memberi pesan walaupun yang kita kunjungi adalah perguruan tinggi yang masih kecil, tetapi jangan dilihat dari segi bangunannya yang kecil, tetapi melihat keunggulan dari perguruan tinggi tersebut yaitu STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta. Beliau berharap banyak agar mahasiswa dapat mengikuti rangkaian acara di STPI dengan baik dan ilmu yang didapatkan dapat diterapkan di lembaga masing-masing.
b.         Sambutan dari Ketua STPI yaitu Ibu Umi Faizah, M.Pd
Ucapan selamat datang dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya disampaikan beliau kepada seluruh keluarga besar Jurusan Tarbiyah STAIN Kudus yang sudah mempercayai STPI sebagai tempat kunjungan untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk kedua kalinya.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan beberapa visi dari STPI Bina Insan Mulia :
1)   Kreatif
2)   Militant
3)   Professional.
Beliau juga menyampaikan bahwa 80% dari keseluruhan mahasiswanya adalah sudah mengajar. Dan 20% adalah fresh graduate. Dan istimewanya pada, semester 3 rata-rata sudah mengajar karena permintaan mengajar sangat banyak. Hal ini membuktikan kalau STPI Bina Insan Mulia memang diunggulkan.
2.    Teknik Bercerita Oleh M. Aris Kusdianto (Kak Aris)
Nama lengkap beliau adalah M. Aris Kusdianto, atau yang biasa dipanggil Kak Aris Pahlawan Bertopeng. Beliau sebagai trainer dan pendongeng anak-anak & remaja, dan tergabung dalam PPMI (Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia).
Beliau menjelaskan dan memberi contoh tentang bagaimana tehnik bercerita yang baik, khususnya untuk usia anak-anak. Diantara lain;
a.         Bersuara
Dalam bercerita, dasar pertama yang dibutuhkan adalah bersuara. Dalam bersuara sendiri terbagi menjadi beberapa bagian.
·           Vokal.
Teknik vokal harus keras dan artikulasi jelas.
·           Suara Dasar.
Ada suara kecil  (untuk peran anak-anak), suara asli (digunakan untuk narasi), suara besar, dan suara tua. Semua teknik ini diajarkan secara detail oleh kak Aris.
·           Suara Tambahan.
Ada suara lazim (menirukan suara asli), dan suara tak lazim ( tidak perlu menirukan suara asli tetapi anak-anak bisa memahami).
b.         Ekspresi
Dalam bercerita, ekspresi merupakan bagian yang sangat penting, karena dengan ekspresi yang sesuai, cerita bisa terkesan lebih hidup. Kita dilatih ekspresi tertawa, menangis, ketika bingung dan sedih.
c.         Gerak
Tips olah gerak yang diberikan kak Aris ketiak bercerita :
·           Carilah titik sentral (posisi yang nyaman).
·           Acting cukup dengan arah pandang dan arah gerak.
·           Jangan membelakangi audience.
3.    Teknik Cipta Lagu oleh Kak Setyoadi Purwanto, S.Pd., M.Pd.I. (Kak Adi Kitana)
Beliau adalah pencipta lagu anak-anak yang sudah terjun ke 80 kota di Indonesia. Kak Adi memberikan ilmunya mengenai teknik cipta lagu. Beliau menyampaikan dalam menciptakan lagu anak harus mengetahui karakeristik lagu anak. Atau menurut beliau disingkat dengan M-U-S-I-K.
a.       M = Mudah
Lirik untuk lagu anak-anak harus mudah dan bagus.
b.      U =Untukku
Dibuat sesuai dengan tingkat kemampuan bahasa, kognitif, dan pengalaman anak-anak.
c.       S = Sederhana
Liriknya pendek diulang-ulang, mudah diingat, mudah dipahami, dan mudah diucapkan.
Syairnya menggunakan makna yang lugas dan hindari menggunakan kata-kata kiasan.
d.      I = Indah makna & Indah gaya
Lirik lagu anak tidak dituntut indah kata-katanya, yang terpenting indah maknanya,bukan syairnya.
e.       K = Kantong ilmu & Ketauladanan
Liriknya memiliki nilai kesan.
Lagu-lagu yang diciptakan oleh Kak Adi Kitana diantaranya,
·         Ngrewangi Ibuk
·         Trimakasih  Ustadz-Ustadzah
·         Tangan Diatas Lebih Baik
Dalam pelatihan yang ditempuh peserta PKL STAIN Kudus pembelajaran yang dilakukan sungguh menarik, menyenangkan, interaktif dan mengedukasi tentunya tanpa adanya rasa bosan yang datang dan waktupun terasa cepat berlalu karena terlalu larut dalam asiknya pembelajaran. Jika diterapkan pada pembelajaran di STAIN Kudus maka akan memiliki efektifitas yang tinggi sehingga dapat menunjang pembelajaran. Selain kunjungan-kunjungan di PPMI Assalam dan STPI Bina Insan Mulia, kami juga mengunjungi tempat-tempat wisata yang menarik, yaitu diantaranya ke Malioboro, Kebun Buah Mangunan dan tidak lupa juga kita pergi kepusat oleh-oleh di Jogja.
D.     Karya Wisata
1)      Wisata Belanja Malioboro
Setelah Sampai dihotel, para peserta PKL di berikan kebebasan untuk bisa melkukan karya wisata ke Malioboro maupun bagi yang lelah bisa beristirahat langsung di Hotel, namun kebanyakan dari para peserta tak menyia-nyiakan waktunya untuk bisa untuk sekedar berbelanja, maupun jalan-jalan ke Malioboro.
Jika mendengar kata Malioboro,rata-rata orang pasti mengetahuinya dan banyak juga orang yang telah berkunjung ke Malioboro. Bila kita berwisata ke Jogja, berkunjung ke Malioboro merupakan salah satu kegiatan yang sangat wajib dilakukan, karena malioboro merupakan salah satu destinasi wisata wajib yang harus di kunjungi oleh Wisatawan baik itu wisatawan asing maupun domestik.di karnakan di malioboro suasananya menyenangkan dan harga pakaian,cindera mata maupun makanan di bilang sangat terjangkau..maka dari itu hampir setiap hari di malioboro ini selalu ramai dari pagi sampai malam.Terlapas dari itu semua bahwa banyak orang yang belum tahu asal mula terbentuknya jl.Malioboro itu.
Asal nama Malioboro pun memiliki dua versi. Pertama, nama ini diambil dari bahasa Sansekerta, yang berarti ‘karangan bunga’. Hal ini dikarenakan sepanjang jalan dahulu dipenuhi oleh karangan bunga setiap kali keraton menggelar acara atau hajatan. Versi kedua mengatakan bahwa nama jalan diambil dari seorang bangsawan Inggris, Marlborough, yang tinggal di Yogyakarta antara tahun 1881-1816. Pendirian jalan malioboro bertepatan dengan pendirian keraton Yogyakarta (Kediaman Sultan).
Perwujudan awal yang merupakan bagian dari konsep kota di Jawa, Jalan malioboro ditata sebagai sumbu imaginer utara-selatan yang berkorelasi dengan Keraton ke Gunung merapi di bagian utara dan laut Selatan sebagai simbol supranatural. Di era kolonial (1790-1945) pola perkotaan itu terganggu oleh Belanda yang membangun benteng Vredeburg (1790) di ujung selatan jalan Malioboro. Selain membangun benteng belanda juga membangun Dutch Club (1822), the Dutch Governor’s Residence (1830), Java Bank dan kantor Pos untuk mempertahankan dominasi mereka di Yogyakarta. Perkembangan pesat terjadi pada masa itu yang disebabkan oleh perdaganagan antara orang belanda dengan orang cina. Dan juga disebabkan adanya pembagian tanah di sub-segmen Jalan Malioboro oleh Sultan kepada masyarakat cina dan kemudian dikenal sebagagai Distrik Cina.
Perkembangan pada masa itu didominasi oleh Belanda dalam membangun fasilitas untuk meningkatkan perekomian dan kekuatan mereka. Seperti pembangunan stasiun utama (1887) di Jalan Malioboro, yang secara fisik berhaasil membagi jalan menjadi dua bagian. Sementara tu jalan Malioboro memiliki peranan penting di era kemerdekaan (pasca-1945), sebagai orang-orang Indonesia berjuang untuk membela kemerdekaan mereka dalam pertempuran yang terjadi Utara-Selatan sepanjang jalan.[1]
2)      Kebun Buah Mangunan
Kebun Buah Mangunan di bangun oleh pemerintah bantul pada tahun 2003, Kebun Buah Mangunan di bangun pada lahan seluas 23 hektar dan di tanami berbagai macam buah di antaranya adalah buah Durian, buah belimbing dan rambutan bagi anda yang tertarik ingin berkunjung ke destinasi wisata ini, anda hanya perlu menyiapkan uang untuk tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- namun jika anda tertarik ingin mencicipi buahnya, tentunya harus menyiapkan budget lebih agar bisa merasakan enaknya memetik dan memakan langsung buah-buahan langsung dari pohonnya. 
Jika berbicara tentang kebun Buah Mangunan hal yang terlintas di benak kita tentunya adalah sebuah kebun yang penuh dengan buah-buahan segar  yang bisa langsung dipetik dan bisa di nikmati langsung di tempat, namun tentunya ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan, bahwa setiap buah memiliki masa ber buah, atau musim berbuah yang berbeda-beda, dan saat penulis pertama kali menginjakan kaki di Kebun Buah Mangunan kebetulan hanya ada buah durian dan buah rambutan yang berbuah dan untuk buah durian sendiri tentunya kita tidak bisa memetiknya, karena raja buah ini akan jatuh sendiri saat sudah masak dan siap untuk dinikmati.
Namun penulis tidak kecewa datang ke Kebun Buah Mangunan, karena selain terkenal dengan kebun buahnya, Kebun Buah Mangunan juga memiliki julukan sebagai Negeri Di Atas Awan dan memang benar saat berada di Kebun Buah Mangunan rasanya kita akan seperti sedang berada di atas awan, karena memang letaknya berada di perbukitan tepatnya di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul Kota Yogyakarta.
Tempat yang sangat indah dan udara yang sangat sejuk merupakan salah satu ke unggulan yang di tawarkan dari destinasi ini, selain itu orang yang berkunjung tentunya bisa berfoto pada spot-spot yang sangat indah dengan latar pegunungan sewu dan sungai yang terbentang di bawah puncak Kebun Buah Mangunan.
Kebun Buah Mangunan merupakan destinasi wisata yang sangat cocok untuk menjadi tempat refreshing bersama teman ataupun keluarga, karena selain tempatnya yang masih sangat asri dan sangat sejuk pengunjung juga bisa mengajarkan pada putra-putrinya untuk selalu menjaga ligkungan dan kebersihan. Selain sangat cocok untuk liburan keluarga, destinasi wisata yang satu ini juga sangat cocok untuk anak-anak muda yang sangat suka selfi-selfi dan berfoto ria, karena memang spot yang di tawarkan sangat luarbiasa indah dan patut untuk di abadikan.
Selain berwisata tentunya penulis juga mendapatkan pelajaran yang sangat berharga untuk di bawa pulang yaitu kita sebagai manusia harus selalu menjaga dan melindungi apa yang telah Allah titipkan pada kita agar nantinya generasi setelah kita juga bisa merasakan ke indahan yang saat ini kita nikmati dan kita harus selalu bersyukur dan mensyukuri atas semua ke indahan yang telah Allah titipkan pada kita semua.[2]






1.         Hal- hal Positif atau Kelebihan Study Tour di PPMI Assalam Surakarta
Suatu hal- hal positif yang penulis dapatkan dan temui selama berada dalam kegiatan studi tour di PPMI Assalaam, adalah mendapatkan pengetahuan tentang sejarah berdirinya PPMI, kurikulum pendidikan di PonpesAssalaam yang bisa kita contoh di Lembaga pendidikan kita. Para pengurus PPMI Assalaam juga menyambut kita dengan baik, para santri dan santriwati yang ramah.
Dalam kunjungan di PPMI Assalam Surakarta penulis mendapatkan hal-hal positif yakni,  pertama dalam kepemimpinan Ponpes tersebut sangat luar biasa yakni dalam hal Program Kurikulum, Manajemen Pendidikan di PPMI Assalam tersebut. Kedua, sarana dan prasarana yang lengkap serta gedung yang luas. Ketiga, adanya pembelajaran khusus, yakni pembelajaran yang dikonsentrasikan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki peserta didik. Keempat, kegiatan ekstra kulikuler yang terealisasikan dengan baik.
2.         Kekurangan dan Solusi Kunjungan di PPMI Assalam Surakarta
Adapun kekurangan yang penulis temukan dalam Kunjungan di PPMI Assalaam Surakarta adalah: kurangnya persiapan penyambutan pihak PPMI Assalaam kepada pihak STAIN Kudus, karena memang saat itu baru selesai jamaah sholat jum’at. Sehingga dari pihak STAIN yang putri sedikit kesulitan beradaptasi, juga kurangnya ketersediaan air untuk toilet putri.




1.         Hal- hal positif atau Kelebihan Kunjungan di STPI Bina Insan Mulia
Adapun hal- hal positif yang diperoleh penulis saat kunjungan di STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta, antara lain:
a.    Penyampaian materi pembelajaran yang menarik, menyenangkan, interaktif dan mengedukasi.
b.    Teknik bercerita dan cipta lagu yang menyenangkan.
c.    Menyampaikan materi tentang seorang pendidik itu harus bisa memotivasi peserta didiknya. Dikarenakan diantara berbagai faktor yang memengaruhi belajar adalah motivasi. Motivasi sering dipandang sebagai faktor yang cukup dominan. Maka diasumsikan bahwa individu yang memiliki motivasi lebih tinggi akan mencapai hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu yang memiliki motivasi rendah atau tidak memiliki motivasi sama sekali.
d.   Unsur dalam bercerita yang terpenting adalah bersuara, ekspresi dan gerak yang merupakan kunci utama dalam menyajikan cerita yang menarik.
e.    Dalam penyampaian materi, di rolling menjadi dua kelompok dan dua sesi. Ketika kelompok A mendapat materi cipta lagu,maka kelompok B mendapat materi teknik bercerita. Dan begitupun sebaliknya. Dan hal ini sangat efektif dan memudahkan.
Metode bercerita merupakan salah satu cara dalam memberikan pengalaman belajar bagi Anak Usia Dini. Dengan membawa cerita kepada anak secara lisan dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak.  Guru adalah pelaksana bercerita dengan cerita yang menarik dan mampu mengundang perhatian anak. Bercerita adalah suatu metode komunikasi univeral yang sangat berpengaruh kepada jiwa manusia.[3]
Dalam hal menggambar bagi anak adalah bentuk dari hasil pengalaman ekspresi dan imajinasinya yang kreatif. Dengan menggambar, anak akan berimajinasi. Imajinasi tersebut dapat memunculkan ide-ide kreatif dan imajinasi seseorang jelas akan mempengaruhi kreativitas yang ia miliki. Kreativitas anak  dikoridori  oleh keunikan gagasan dan tumbuhnya imajinasi  serta fantasi. Dunia seni adalah dunia imajinasi , maka apabila anak menceritakan imajinasinya itu kedalam bentuk suatu karya seni yaitu dengan menggambar itu merupakan bentuk kreativitas anak.[4]
2.         Kekurangan dan Solusi Kunjungandi STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta
Adapun kekurangan dan solusi yang penulis temukan saat di STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta adalah segi ruang yang masih kecil dan cukup sempit. Kalau dibandingkan dengan perguruan tinggi yang lain mungkin sangat jauh. Untuk itu penulis berharap, ada perluasan gedung dikemudian hari.





Dari uraian yang telah dijelaskan di depan, penulis dapat menyimpulkan tentang proses pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL) sebagai berikut:
1.    PKL diselenggarakan di PPMI Assalaam Surakarta, diharapkan para peserta PKL dapat tercetak menjadi seorang guru yang profesional dan berkarakter.
2.    PKL diselenggarakan di STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta, diharapkan mampu menghasilkan guru-guru yang kreatif, militant, dan professional yang dapat membangun kreatifitas dan imajinasi anak.
Setelah penulis menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini, penulis merasa perlu mengemukakan beberapa saran membangun untuk kemajuan dimasa yang akan datang. 
1.    Kepada pihak STAIN Kudus
Adanya koordinasi yang baik antara lembaga- lembaga penyelenggara agar tidak terjadi kekeliuran dalam komunikasi. Dan mahasiswa yang akan diterjunkan ke PKL, hendaknya diberikan persiapan dan hal- hal apa saja yang harus dilakukan secara detail. Dalam pembekalan terjadi simpang siur kapan pelaksanaannya berlangsung hendaknya langsung diberikan kepastian. Supaya mahasiswa tidak ragu- ragu langsung memberikan informasi kepada orang tua.
2.    Kepada pihak PPMI As-Salaam Surakarta
Pada saat diskusi narasumber yang memberikan informasi kepada kita kurang begitu jelas. Jadi pada saat peserta PKL mau bertanya, waktu kunjungan sudah habis seperti tergesa-gesa dan tidak bisa leluasa untuk memperhatikan pemateri. Jalinan yang sudah ada antara STAIN Kudus dengan PPMI Assalaam hendaknya terus dijaga keharmonisannya. Berusaha meningkatkan kedisiplinan baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan- kegiatan lain. Senantiasa memperhatikan dan meningkatkan prestasi yang lebih baik lagi daripada sebelumnya. Semoga terus menjadi lembaga yang besar dan maju.
3.    Kepada pihak STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta
Adapun sarannya adalah:
a.         Senantiasa selalu menjaga nama baik antara kedua belah pihak.
b.         Terus tingkatkan fasilitas, sarana dan prasarana. Agar para mahasiswa lebih nyaman dan senang dalam pembelajaran.
Dengan memanjatkan puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, atas semua Hidayah serta Inayah- Nya, berkat kuasa dan Kehendak- Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sekaligus penyusunan laporan PKL ini.
Dengan segala kerendahan hati, penulis mohon maaf kepada semua pihak atas segala kesalahan yang pernah penulis lakukan baik secara verbal maupun nonverbal dalam penyusunan laporan ini. Dan penulis menyadari laporan ini masih banyak kekurangan, karena penulis hanyalah manusia biasa yang tak akan luput dari kesalahan dan kekurangan.
Semoga laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Surakarta – Yogyakarta ini berguna bagi penulis dan para pembaca. Amin.




A.      RUNDOWN ACARA PKL dan WISATA KE SURAKARTA& YOGYAKARTAFAKULTAS TARBIYAH STAIN KUDUS 2017

HARI PERTAMA
05.30 – 06.30     : Cek peserta dan persiapan pemberangkatan
06.30 – 11.00     : Pemberangkatan dan Perjalanan menuju Solo
11.00 – 12.00     : Makan siang, dilanjutkan perjalanan ke lokasi kunjungan
12.00 – 12.30     : Sholat Jum’at &Jama’ Taqdim
12.30 – 13.00     : Persiapan kunjungan
13.00 – 15.00     : Proses kunjungan di PPMI Assalaam Surakarta
15.00 – 18.00     : Perjalanan menuju Yogyakarta
18.00 – 19.00     : Makan malam
19.00                 : Check in Hotel dilanjutkan acara bebas (MALIOBORO)

HARI KEDUA
05.30 – 07.00     : Makan Pagi, packing dan check Out Hotel
07.00 – 07.30     : Perjalanan menuju tempat kunjungan
07.30 – 08.00     : Persiapan kunjungan
08.00 – 12.30     : Proses kunjungan di STPI Yogyakarta
12.30 – 14.00     : Perjalanan menuju Mangunan
14.00 – 15.00     : Makan siang dilanjutkan sholat Jama’ Taqdim
15.00 – 17.30     : Wisata di Mangunan
17.30 – 18.30     : Perjalanan menuju Rumah Makan
18.30 – 19.00     : Makan malam
19.00 – 20.00     : Mampir kepusat oleh-oleh
20.00 - 01.30     : Perjalanan pulang menuju Kudus




[2] http://kang-purngeblog.blogspot.co.id/2017/11/pesona-keindahan-kebun-buah-mangunan.html
[3]SabilRisaldy, Bermain, Bercerita&MenyanyiBagiAnakUsiaDini,(Jakarta: Pt.Luxima Metro Media, 2014),hlm. 64.
[4]Sumanto, Pengembangan Kreativitas Senirupa Anak TK, (Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional, 2005), hlm. 20.



A.      DOKUMENTASI ATAU FOTO

Kunjungan di PPMI As -Salam Surakarta

1.    Penyampaian materi
 CONTOH LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)  DI SURAKARTA - YOGYAKARTA
2.    Foto Bersama setelah seminar



Kunjungan di STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

1.      Sambutan dariIbu Umi Faizah, M.Pd
           
2.      Teknik Bercerita Oleh Kak Aris



3.      Teknik Cipta Lagu oleh Kak Adi Kitana


Wisata di Malioboro


Wisata di Kebun Buah Mangunan





Sabil Risaldy, 2014, Bermain, Bercerita & Menyanyi Bagi Anak Usia Dini, (Jakarta: Pt.Luxima Metro Media).
Sumanto, 2005, Pengembangan Kreativitas Senirupa Anak TK, (Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional).
http://kang-purngeblog.blogspot.co.id/2017/11/pesona-keindahan-kebun-buah-mangunan.html


Postingan Serupa

11.51 - tanpa komentar

0 komentar untuk CONTOH LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) DI SURAKARTA - YOGYAKARTA.

silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan