puisi-puisi gusmus


            Kali ini saya akan membagikan puisi gus mus yang menurut saya agak rumit untuk dipahami, dan terlihat lucu saat di dengar, bahkan dari judulnya saja kita sudah bisa bingung di buatnya karena judulnya tak seperti puisi-puisi kebanyakan, namun sarat akan makna kehidupan dan sesuai dengan keadaan saat ini. Tak usah lama-lama lagi ntar keburu ngantuk inilah puisi gus mus yang berjudul.. KITA SEMUA ASMUNI ATAWA ASMUNI CUMA SATU


KITA SEMUA ASMUNI ATAWA ASMUNI CUMA SATU
Kita semua Asmuni
Kita satu sama lain
Tidak lain
Asmuni semua

Anak-anak Asmuni
Orang-orang Asmuni
Tuan Asmuni
Raden Asmuni
Bapak Asmuni
Kiai Asmuni
Politikus Asmuni
Pemikir Asmuni
Pembaru Asmuni

Kita semua Asmuni
Kita satu sama lain
Tidak lain
Asmuni

Sayang
Asmuni yang jujur cuma satu
Asmuni yang menghibur
Cuma satu
1988
Dengan permohonan maaf dari Asmuni Andiweky dari Group Lawak Srimulat


            Bagai mana.. sudah cukup belum, kjangan khawatir saya akan tambah lagi, agar kalian semua bisa ketularan ilmu-ilmu beliau.. amin…

MULA-MULA
Mula-mula mereka beri aku nama
Lalu dengan nama itu
Mereka belenggu tangan dan kakiku
1987

IDENTITAS ATAWA AKU DALAM ANGKA
namaku mustofa bin bisri mustofa
lahir sebelum masa anak cukup 2
sebagai anak ke 2 dari 9 bersaudara
rumah kami nomer 3 jalan mulia
termasuk 1 dari 17 erte di desa
leteh namanya – 1 dari 34 desa di kecamatan kota –
1 dari 14 kecamatan di kabubaten
rembang namanya – 1 dari 5 kabupaten
di karesidenan pati –
1 dari 6 karesidenan di propinsi jawa tengah –
1 dari 27 propinsi di indonesia
1 dari 6 negara-negara asean di asia –
1 dari 5 benua di dunia –
1 dari sekian “kacang hijau” di semesta.
cukup jelaskah aku?
1987

KALAU KAU SIBUK KAPAN KAU SEMPAT
Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekkan teori?

Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
Kapan kau sempat menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
Kapan kau hidup?

Kalau kau sibuk dengan kursimu saja
Kapan kau sempat memikirkan pantatmu?
Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja
Kapan kau menyadari joroknya?

Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk pamer kepintaran saja
Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
Kapan kau pintar?

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang saja
Kapan kau menyadari celamu sendiri?

Kalau kau sibuk bertikai saja
Kapan kau sempat merenungi sebab pertikaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan kau akan menyadari sia-sianya?

Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenungi arti cinta saja
Kapan kau bercinta?

Kalau kau sibuk berkhutbah saja
Kapan kau sempat menyadari kebijakan khutbah?
Kalau kau sibuk dengan kebijakan khutbah saja
Kapan kau akan mengamalkannya?

Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikiri?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang kau dzikiri saja
Kapan kau kan mengenalnya?

Kalau kau sibuk berbicara saja
Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
Kapan kau mengerti arti bicara?

Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau memuisi?

(Kalau kau sibuk dengan kulit saja
Kapan kau sempat menyentuh isinya?
Kalau kau sibuk menyentuh isinya saja
Kapan kau sampai intinya?
Kalau kau sibuk dengan intinya saja
Kapan kau memakrifati nya-nya?
Kalau kau sibuk memakrifati nya-nya saja
Kapan kau bersatu denganNya?)

“Kalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengar jawaban!”
1987



Postingan Serupa

12.43 - tanpa komentar

0 komentar untuk puisi-puisi gusmus.

silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan