Macam-macam Hukum islam dan sumbernya


Macam-macam Hukum islam dan sumbernya

          Bismillahirrohmanirrohim….
Segala puji hanya bagi Alloh dan Sholawat serta salam saya haturkan pada nabi panutan kita Nabi Muhammad SAW., Nabi akhir zaman,Nabi yang selalu diharap Syafa’atnya kelak di akhirat, Nabi penerima kitab suci Al-qur’an, kitab yang senantiasa terjaga kemurniannya sampai akhir masa..
Memang kebanyakan dari umat islam sudah banyak yang mengetahui bahwa hukum dalam itu ada 5(lima), namun saya hanya ingin mengulasnya kembali, mungkin saya sendiri, atau kalian sedikit lupa tentang apa saja hukum-hukum dalam islam, yang lima itu?.
1.    Wajib, wajib yaitu perintah yang mesti dikerjakan. Jika perintah tersebut dipatuhi(dikerjakan), maka yang mengerjakan mendapat pahala, dan sebaliknya, jika tidak dikerjakan kita akan mendapat dosa.
Misalnya : sholat lima waktu, Zakat, puasa dll.
2.    Sunat, yaitu suatu anjuran, jika dikerjakan mendapat pahala, namun jika kita tak mengerjakan kita tak berdosa.
Misalnya : puasa senin kamis, shalat tahajud dll.
3.    Haram, yaitu larangan keras. Kalau kita mengerjakan kita akan mendapat dosa, dan jika kita meninggalkan perkara haram itu kita akan mendapat pahala.
Misalnya : mabuk-mabukan, judi, zina dll.
4.    Makruh, yaitu larangan yang tidak keras. Kalau dilanggar kita tidak mendapatkan dosa, namun jika kita meninggalkannya kita akan mendapat pahala.
Misalnya : berkumur disiang hari saat puasa, mengupil ketika puasa dll.
5.    Mubah, yaitu sesuatu yang boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan, jika kita mengerjakan kita tidak mendapatkan pahala atau dosa, jika ditinggalkan kita juga tidak mendapat pahala ataupun dosa.

Lalu dari mana asal sumber-sumber ini asalanya? Dan dari mana dasar-dasar hukum-hukum itu?. Ataukah ada begitu saja?
Jawabannya tentu hokum ini tidak ada bgitu saja, tapi hokum-hukum ini bersumber pada
Ø  Al-Qur’an
Ø  Hadits
Ø  Ijma’ mujtahidin
Ø  Qiyas
Jika belum ditemui suatu hokum maka kita akan mencarinya melalui hadits, dan jika dalam hadits belum juga menemukannya, maka jalannya adalah dengan ijma’ mujtahidin atau para madzhab. Jika hokum itu belum ditemukan kita masih bisa menggunakan kias dalam menetapkan suatu hokum.
Qiyas adalah mengiyaskan sesuatu kepada sesuatu yang lain.
Misalnya : dalam penetapan hokum narkoba, yang pada Zaman nabi mungkin belum ada maka kita mengiyaskan narkoba pada Arak, karena sama-sama bisa menghilangkan akal dan berbahaya bagi tubuh manusia.
          Wassalamu’alaikum…..


Postingan Serupa

15.06 - tanpa komentar

0 komentar untuk Macam-macam Hukum islam dan sumbernya.

silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan