jadilah sahabatku bagian 9

jadilah sahabatku
Add caption
Dihari ketiga setelah peristiwa memilukan itu akhirnya Aisyah sudah berada dikelas kembali, ipul merasa senang sekali bisa melihat aisyah berada dikelas lagi dan mencoba mendekatinya untuk meminta ma’af.
Namun karena masih sakit hati Aisyah pura-pura tak mendengar apa yang disampaikannya dan malah mengcuhkannya.
“lin.. kekantin yuk..”
ajak Aisyah pada sahabatnya, sahabatnya hanya mengiyakan saja ajakan Aisyah, karena dia juga memahami, pasti tidak nyaman berada disituasi seperti ini.
Ipul sangat merasa sedih dengan perlakuan aisyah kepadanya dan kemudian pulang meninggalkan dua mata kuliah berikutnya. Ketika hampir sampai dipintu gerbang kampus sayup-sayup terdengar seseotrang memanggilnya.
”pul… pul… tunggu…”
Ternyata itu adalah suara Ridwan sahabatnya yang berlari mengejarnya sampai kegerbang.
“bagaimana kamu sudah menjelaskannya pada Aisyah?”.
“belum..”
“Kenapa?, apa Aisyah juga tidak masuk hari ini”.
Ipul kemudian mnjelaskan bahwa sebenarnya tadi dia sudah menjelaskannya pada Aisyah, namun Aisyah pura-pura tak mendengar dan mengacuhkan meninggalkannya pergi. Ipul kemudian beranjak pulang, namun ridwan tak tega meninggalkan temannya yang sedang terpuruk ini sendirian, dan menemaninya pulang, walaupun dia juga harus meninggalkan dua mata kuliah selanjutnya.
Memang begitulah ridwan dia selalu ada ketika ipul membutuhkan dan begitu juga sebaliknya, karena memang mereka sudah bersahabat sejak masuk SMP, mereka akan selalu ada untuk sahabatnya, dan tak akan tega meninggalkan sahabatnya yang sedang dalam kesusahan.
            Hari ini tak seperti biasanya, biasanya ipul selalu menghampiri ridwan diumah pak salim pamannya untuk pergi kekampus bersama, namun kali ini lain, ridwan sudah dari tadi siap, menunggu didepan rumah, tapi ipul tak kunjung datang juga, kemudian dia memutuskan dia saja yang pergi ketempat foto copyan, mungkin ipul tadi malam lembur, jadi telat bangunnya.
Setelah sampai di tempat foto copy memang didapati ipul masih berselimut sarung diatas kasur, tapi bukan karena belum bangun, tapi ternyata matanya sudah terbuka, tapi pikirannya entah dimana, bahkan kedatangan ridwan saja tak disadarinya, Dan membuatnya kaget ketika ridwan duduk disamping tempat tidur.
“ayo pul… kamu nggak berangkat kuliah?.”
“Nggak dulu ah.. aku masih malas.”
“pul… pul.. mana ipul yang kukenal dulu.. kenapa sekarang seperti ini.”.
Sahabat ipulpun memahami keadaan ipul dan meninggalkannya sendiri dulu, mungkin dia perlu waktu untuk menyendiri terlebih dahulu, walaupun sebenarnya tak tega meninggalkan ipul sendirian dalam keadaan seperti ini.
            Dijam istirahat ridwan menemui Aisyah dan mengajaknya bertemu di café dekat kampus untuk mengabarkan keadaan ipul, Karena dia juga tak tega melihat sahabatnya terus terusan terpuruk seperti itu.
“sebenarnya kamu ini kenapa?, kenapa kamu tak menerima permintaan ma’af dari ipul dan mengacuhkannya, lihat sekarang ini, dia dirumah murung gara-gara perlakuanmu.”.
“biar saja, aku tak perduli dengan apa yang terjadi dengan lelaki PHP (pemberi harapan palsu) itu lagi.”.
Kemudian ridwan menceritakan bahwa sebenarnya ipul juga menyukainya, dari pertama kali dia melihatnya, walaupu Aisyah masih tak percaya ridwan terus mencoba meyakinkannya, dam menceritakan satu demi satu apa yang dilakukan ipul untuknya termasuk, ipul yang rela menunggu berjam-jam, sampai berhari-hari agar dia bisa bertemu dengannya ketika dia belum masuk kuliah.
Setelah panjang lebar Aisyah mendengar penjelasan dari sahabat lelaki yang sangat dicintainya, ia mulai percaya bahwa semua yang dikatakan ridwan itu memang benar.
Ridwan meiminta tolong pada Aisayah agar ia mau menemui sahabatnya yang sekarang mungkin masih mengurung diri dan belum mau keluar dari kamar.
“baiklah.. besok akan menemuinya dan mendengarkan penjelasannya”
“terimakasih… Aisyah.. aku pamit pulang dulu, aku tak tega meninggalkan ipul sendiri disaat seperti ini”.
‘iya… jaga dia baik-baik.”.
Ridwan kemudian pulang dan menemani sahabatnya yang sedang terpuruk ini, namun ia tak menceritakan pertemuannya dengan Aisyah, ia hanya berusaha menghibur dan member semangat pada sahabatnya ini.
            Ke-esokan harinya ternyata masih sama seperti hari sebelumnya, ipul belum terlihat menghampiri Ridwan, kemudian ridwan segera bergegas ketempat ipul, untuk memaksanya agar ia mau berangkat kuliah, karena kalau sahabatnya ini tak berangkat kuliah lagi, sia-sia usaha ridwan menemui Aisyah kemarin.
GEMPLOE...

Postingan Serupa

16.26 - tanpa komentar

0 komentar untuk jadilah sahabatku bagian 9.

silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan