jadilah sahabatku bagian 8

Dikelas tampak ada pemandangan yang berbeda, gadis bermata indah yang biasanya selalu duduk disamping ipul belum juga datang. Padahal biasanya dia selalu bersama-sama dengan linda sahabatnya, dia merasa bersalah dengan apa yang terjadi, dia menyesal dengan apa yang dilakukan pada gadis bermata indah di pantai.
Linda rasanya ingin sekali memarahi orang yang membuat sahabatnya menangis semalaman, tapi apa alasannya, karena menerima atau menolak itu merupakan haknya.
Tapi linda masih tidak terima dengan perlakuannya kenapa ia tak menjelasjkan apa sebenarnya alasannya.
Setelah jam kuliah selesai linda menghampiri tempat duduk ipul dan mengajaknya bicara nanti sore sepulang kuliah.
            Dari pojok kelas masih terlihat nina melihat kearah ipul dengan rasa penasaran, kanapa linda tiba-tiba menghampiri ipu dan kenapa juga Aisyah hari ini tidak berangkat, diam-diam menguping pembicaraan linda dan ipul, dan mendengar bahwa nanti sore mereka janjian disuatu tempat, nina makin penasaran kenapa linda mengajak ipul kesuatu tempat apakah dia juga suka dengan ipul sama sepertinya.
            Setelah pulang kuliah mereke pergi ke café dekat kampus tempat yang tadi siang dijanjikan, karena penasaran nina mengikuti mereka berdua dan menguping lagi pembicaraan mereka berdua.
“kenapa kamu menolak Aisyah?.
“maaf lin… aku belum bisa menjelaskan alasannya, nanti kalau waktunya sudah pas pasti aku jelaskan sendiri keaisyah.”
“kenapa kamu setega ini dengan Aisyah?”
“ lalu bagaimana keadaan aisyah sekarang?, kenapa dia tak berangkat kuliah hari ini?.
Linda menjelaskan bahwa aisyah kemarin tidak pulang karena takut dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan orang tuanya jika melihat keadaannya seperti kemarin, lalu menginap ditempatnya, dan Aisyah menangis semalaman, sampai matanya sembab.
Ipul menyampaikan ma’afnya agar disampaikan pada Aisyah lalu pergi.
Nina pun masih tak percaya dengan apa yang didengarnya tadi, dia masih tak percaya bahwa Aisyah berani mengungkapkan perasaannya, walaupun ditolak, dan yang membuatnya heran lagi, kenapa ipul menolaknya padahal kelihatannya ipul juga menyukai aisyah, karena kedekatannya dikelas, bahkan kedekatannya sering membuat nina cemburu.
Nina merasa tersentuh, merasa kasihan pada Aisyah dan menyadari pastilah aisyah begitu sangat mencintai lelaki yang juga disukai itu karena sampai-sampai dia mempunyai keberanian untuk mengungkapkan perasaannya pada seorang laki-laki, yang pastilah tidak mudah bagi perempuan untuk melakukan itu semua, apalagi Aisyah dikelas juga banyak yang suka.
            Lelaki yang menolak aisyah, gadis bermata indah yang dari awal pertemuannya selalu dia kagumi itupun pulang ketempatnya untuk menjalankan rutinitasnya ditempat foto copy, namun kini ada yang lain lagi dengan dirinya, dia terlihat murung dan dibayangi rasa bersalah, dan bertanya-tanya, apakah salah yang aku lakukan, lalu apa yang harus kulakukan.
Seperti biasanya saat dia butuh seseorang untuk menemaninya dia akan memanggil sahabatnya untuk menceritakan semua masalahnya. Seperti biasanya juga ridwan selalu menjadi teman yang bisa diandalkan, dengan setia dia menemani sahabatnya yang sedang dirundung masalah ini dan mendengarkan dengan penuh rasa heran, kenapa bisa bigitu, kenapa sahabatnya ini malah menolak gadis yang sangat disukainya itu.
Dia tahu sendiri dari awal bagaimana galau sahabatnya ketika mencari dimana perempuan itu bahkan rela menunggu berjam-jam hanya untuk bisa bertemu dengannya, lalu kenapa setelah berhasil mendapatkan hatinya dia malah menolak.
“bukankah kamu juga sangat menyukainya?”
“iya.. memang aku sangat menyukainya, tapi aku tak bisa menerimanya.”
Kemudian ipul menjelaskan apa alasannya dia tidak bisa menerima cinta Aisyah, perempuan yang sangat disukainya itu, karena dia takut kuliahnya terganggu, karena dia sudah berjanji untuk sunggu-sungguh kuliah agar bisa menjadi seorang guru seperti yang dicita-citakan dan diharapkan keluarganya, ia tak ingin mengecewakan keluarganya karena ia sengat menyayangi mereka. Sebenarnya dia ingin bersahabat saja dulu dengan Aisyah, karena dia takut ketika sudah ada ikatan atau status antara mereka, dan ikatan itu putus mereka malah akan menjadi musuh.
Dalam pikiran ipul, kalau jodoh pasti kita dipertemukan lagi, dan kita bisa menikmati mas-mas indah pacaran ketika sudah dipersatukan Allah, dalam sebuah ikatan pernikahan.
Yang ia sesali adalah kenapa dia terlalu member harapan kepada Aisyah sampai sebesar itu hingga Aisyah sampai berni mengungkapkan perasaannya. Dan kenapa juga dia tidak menjelaskan alasan yang sebenarnya, mungkin jika dia menyampaikan alasannya aisyah bisa menerimanya dan bisa mengerti dengan keputusan ipul, tapi sekarang sudah terlanjur, pastinya aisyah akan sangat membencinya, lalu ipul meminta saran kepada sahabatnya apa yang harus dilakukan, ridwan pun menyarankan agar dia menemiu aisyah dan segera menjelaskannya pada Aisyah, sebelum semuanya terlambat dan aisyah makin membencinya.
            Keesokan harinya ipul berangkat pagi-pagi berharap agar dia bisa bertemu dengan gadis bermata indahnya, dan menjelaskan semuanya, karena ipul tidak ingin gadis bermata indah malah membencinya untuk selamanya. Berjam-jam menunggu tak kunjung muncul juga, yang ada hanya linda yang berjalan sendiri kekelas, dan nempaknya dia mengetahui, pasti ipul sedang menunggu sahabatnya namun hanya berlalu tak menghiraukannya, karena linda juga ikut kesal dengan apa yang dilakukan pada sahabatnya, yang sekarang pasti masih menyendiri dikamarnya, karena kemarin ketika linda mengantarnya pulang, Aisyah masih terlihat sedih, dan biasanya ketika berangkat kuliah Aisyah selalu menunggunya didepan pagar rumah, tapi kini belum juga terlihat.
            Setelah lama menunggu berjam-jam belum juga ditemuinya gadis bermata indah yang ditunggu, ia kemudian masuk kelas dan berjalan mendekati linda, dan duduk disebelahnya, karena kebetulan hari ini dosennya berhalangan datang, kelas agak sepi.
“lin… Aisyah mana? Kenapa dia belum masuk juga?.”.
“apa pedulimu?, kenapa kau masih mencarinya?.”.
Ipul memahami perlakuan ketus linda padanya, karena pasti linda juga kesal karena dia menyakiti sahabatnya. Dan segera pergi keluar, mencoba untuk menelpon aisyah.
“nomor yang anda hubungi, sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan”
“nomor yang anda hubungi, sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan”
“nomor yang anda hubungi, sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan”
“nomor yang anda hubungi, sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan”
“nomor yang anda hubungi, sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan”
Berulang kali ipu mencoba menelpon, namun hanya suara perempuan yang tak pernah ia kenal, namun tak terdengar asing itu yang ia dengar, ia terlihat begtu menghawatirkan keadaan Aisyah.
Ia terlihat sangat murung, sampai-sampai tak sadar bahwa dari tadi Ridwan sahabatnya memperhatikannya.
Ridwan begitu menghawatirkan keadaan sahabatnya, dan tak tega melihat sahabatnya seperti itu, dia ingin sekali membantu, tapi bingung bagaimana caranya.
GEMPLOE...

Postingan Serupa

16.21 - tanpa komentar

0 komentar untuk jadilah sahabatku bagian 8.

silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan