jadilah sahabatku bagian 6


“iya.. itu nomorku, jangan lupa disimpan ya, maaf ya kalau aku malam-malam ganggu?”.
“nggak apa-apa kok.. tapi semalam memang sudah mau tidur sih..”.
Nina memperhatikan percakapan mereka, dan nina merasa cemburu dengan keakraban meraka berdua, dan nina mengetahui bahwa ipul menyukai aisyah karena sejak aisyah masuk mereka sering terlihat ngobrol asik berdua.
Nina sangat merasa iri, kenapa bukan dia yang bisa ngobrol dan bercanda dengan ipul, lelaki yang disukainya itu. Namun apalah daya nina selalu salah tingkah saat berbicara dengan ipul.
            Saat jam kuliah sudah dimulai seperti biasanya ipul kini mulai aktif kembali, bahkan lebih semangat dari sebelumnya karena ada gadis bermata indah disini.
Diam-diam gadis bermata indah ini memperhatikannya dan mencuri-curi pandang ketika sedang berdiskusi, ia terus memperhatikan sampai diskusi selesai dan merasa kagum dengannya.
“wah.. cara menerangkannya sudah seperti guru professional saja.” Celetuk Aisyah.
“Ah.. biasa aja kok..”
Mendapat pujian dari gadis bermata indah hatinya merasa melayang dan merasa tak sabar untuk menceritakannya pada sahabatnya Ridwan.
            Saat pembagian kelompok gadis bermata indah ini berpasangan dengan ipul, tentu saja ipul sangat merasa senang dia bisa dekat dengan gadis bermata indah ini.
Nampaknya nina sangat iri, kenapa bukan dia yang yang satu kelompok dengan ipul, nina ingin sekali protes, kenapa bukan dia yang satu kelompok dengan ipul kenapa malah aisyah.
“aisyah nantisore sebelum pulang  kita keperputakaan cari buku buat materi kelompok kita nanti ya?.
“iya… sip deh… tapi aku belum punya kartu perpus, jadi aku nggak bisa pinjam buku.”
“nggak apa-apa, nanti kamu pilih saja bukunya, aku yang pinjam, sebenarnya aku nggak bawa kartu perpus, tapi tadi aku sudah pinjam sama nina”.
“nin.. mau ikut keperpustakaan nggak”
“nggak ah.. aku langsung pulang saja.”.
“ya sudah.. aku bawa dulu kartu perpusmu ya..”.
Setelah jam kuliah selesai mereka berdua pergi keperpustakaan bersama-sama untuk mencari buku filsafat agar bisa mengerjakan tugas yang diberikan pak nadhirin, dosen yang terkenal killer dikampus. Ipul merasa senang sekali karena dia bisa bisa pergi kekampus bersama-sama dengan gadis bermata indah.
Setelah mendapatkan buku yang dicari buku itu diberikan kepada aisyah agar dia yang mempelajarinya lebih dulu. Sebenarnya itu hanya alasan saja agar nanti ketika sampai dirumah dia bisa bertanya-tanya pada gadis bermata indah itu, tentang isi bukunya. Setelah dirasa cukup mereka berdua pulang kerumah masing-masing, dan malam hari setelah selesai melayani pelanggan ditempat foto copy ipul menghubungi aisyah, menanyakan tentang isi buku itu dan berlanjut kebanyak hal lain. Sampai tak terasa hari sudah begitu larut.
            Hari demi-hari gadis bermata indah ini semakin akrab dengan ipul, dan nampaknya dia mulai menyukainya. Dan akhirnya gayung pun bersambut, cinta ipul tak bertepuk sebelah tangan, namun ipul tak pernah menyatakan perasaannya pada gadis bermata indah.
Padahal sebenarnya gadis bermata indah ini sudah menunggu agar ipul menyatakan perasaannya kepadanya, karena tidak mungkin jika dia duluan yang harus menyatakan perasaannya, pasti memalukan sekali. Lama sekali waktu berlalu ipul tak pernah menytakan perasaannya dan rasa suka yang ada pada gadis bermata indah semakin tumbuh menjadi cinta yang mengakar dan mendarah daging.
Mulai muncul keraguan dalam hati gadis bermata indah ini ia mulai ragu, sebenarnya ipul juga mencintainya atau tidak, dan dia juga takut kan kehilangan dirinya, karena dia juga mengetahui bahwa nina juga menyukai ipul, karena dia sering melihat nina diam-diam memperhatikan ipul dan tidak suka ketika melihatnya berbicang-bincang berdua dengan ipul.
            Aisyah menyiapkan rencana untuk membuat ipul cemburu dengan cara sedikit menjaga jarak dengannya, dan mendekati ardi, teman yang juga satu kelas dengannya dan bisa dibilang lumayan tampan juga, tak kalah dengan ipul. harapannya agar dia segera mengungkapkan perasaan kepadanya. Usahanya itu memang berhasil membuat ipul cemburu, tapi tetap saja ipul ta pernah mengungkapkan perasaanya.
            Cinta Aisyah semakin membutakannya cintanya semakin tak terbendung lagi dan Aisyah membuang rasa Ego, dan Rasa malunya kemudian merencanakan untuk mengungkapkan rasa cinta kepadanya. Aisyah mengajak ipul bertemu dipantai sepulang sekolah.Tanpa memberitahu ada keperluan apa. Ipul hanya mengiyakan saja karena sudah lama juga dia tak pernah jalan-jalan karena rutinitasnya. Setelah pulang sekolah mereka berdua pergi ketempat yang telah dijanjikan. Setelah sampai pantai ipul heran, kenapa pantai ini tak terlalu ramai padahal belum terlalu sore.
“aku sengaja mengajakmu kesini karena disini tak terlalu ramai, karena dada yang ingin kubicarakan kepadamu”
“oh.. iya bicara saja Aisyah..”
GEMPLOE...

Postingan Serupa

16.18 - tanpa komentar

0 komentar untuk jadilah sahabatku bagian 6.

silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan