jadilah sahabatku bagian 5







“Assalamu’alaikum..”.
“wa’alaikum salam..”.
“abang sama ibu gimana kabarnya?”
“sudah kamu jangan khawatir.. kami baik-baik saja, tapi ibu lagi masak”
“Alhamdulillah kalau begitu.. gak apa-apa bang, nanti salamin saja buat ibu dan do’akan supaya semua lancer disini ya bang.. dan ipul juga bisa cepat lulus dan menjadi guru”
“Amin… untung kamu sudah bangun, kalau belum bangun pasti abang siram”
“ah.. abang bisa saja, Alhamdulillah.. walaupun aku ditinggal ayah dari kecil, tapi aku tak pernah merasa kehilangan kasih sayang dan didikan dari seorang ayah, karena aku punya abang yang luar biasa yang paling hebat didunia”
            Mereka berdua hanyut dalam haru dan salaing menitihkan air mata. Bang rizal merasa sangat bangga mempunyai adik seperti ipul dan ipul juga merasa sangat bangga mempunyai kakak seperti bang rizal.
 Setelah selesai menelpon ipul mulai mempersiapkan makanan untuk sarapan, karena di tempatnya tinggal sudah tersedia dapur untuk digunakan dia dan afif teman yang mendapat shift kerja pagi, namun teman ipul jarang memasak sendiri dan lebih suka beli nasi bungkus diwarung. Ipul pun tidak terlalu akrab dengannya, karena afif selalu pulang sore tak pernah tidur ditempat foto copy, dan jarang bertemu juga, karena ketika dia berangkat kuliah jam 07:30 temannya itu belum mulai bekerja,karena tempat foto copy baru buka jam 08:00 dan ketika sore juga tidak bertemu karena ketika selesai kuliah tempat foto copy sudah tutup, mereka baru bertemu kalau waktu jadwal afif kerja disore hari terlalu ramai dan menambah jam kerjanya.
Setelah selesai sarapan ipul bergegas berangkat kuliah, dia mempercepat langkah kakinya, agar bisa sampai lebih cepat dan bertemu dengan gadis bermata indah.
Sesampainya dikelas ternyata masih sepi, dan hanya ada nina dikelas, karena memang nina sangat rajin dikelas, namun dia selalu mencari tempat duduk paling belakang,berbeda dengannya yang selalu duduk paling depan. setidaknya itulah yang dia ketahui tentang nina.
“yang lain mana nin, kok masih sepi?”
“eh.. mungkin belum ada yang berangkat karena masih terlalu pagi?”
            Sebenarnya nina merasa sangat senang kelasnya masih sepi, dan berharap teman-temannya tak usah berangkat saja, agar bisa lama-lama berduaan bersama lelaki yang disukainya ini, walaupun dia malu dan tak berana banyak bicara denagn lelaki yang disukainya, namun setidaknya dia bisa puas memandangnya tanpa ada gangguan atau orang yang menghalanginya.
“nin… nina.. “ panggil ipul memecah lamunan nina yang sedari tadi melamunkannya.
“eh.. i.. ya.. ada apa?”.
“kamu ngelamunin apa pagi-pagi gini kok udah ngelamun, ntar kesambet setan lho, jangan-jangan ngelamunin aku kamu ya, boleh aku pinjam kartu perpusmu, soalnya punyaku ketinggalan tadi, nanti langsung kukembalikan.”.
“ah.. nggak kok, sebentar aku cari ditas dulu”.
Nina mencari kartu perpus miliknya sambil menundukkan kepalanya karena merasa malu, ternyata orang yang ada dalam lamunannya ada didepannya dan membuatnya salah tingkah.
Tapi memang beginilah ipul, dia sangat mudah bergaul dengan siapa saja dan tak pernah pilih-pilih dalam mencari teman. Tak terkecuali nina gadis yang sedikit pemalu ini.
            Tak berselang lama kelas mulai ramai, tak ter kecuali gadis bermata indah, kerena memang sudah hampir masuk jam kuliah.
gadis bermata indah ini duduk disamping ipul lagi karena yang kosong memang hanya dibagian depan, dan itu disamping tempat duduk ipul.
“mas ipul.. yang tadi malam itu nomormu ya?”
GEMPLOE...

Postingan Serupa

16.15 - tanpa komentar

0 komentar untuk jadilah sahabatku bagian 5.

silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan