Jadilah sahabatku bagian 4

Setelah keluar dari kelas ipul mencari sahabatnya kekelasnya, karena biasanya Ridwan menunggu ipul menghampirinya ketika jam istirahat untuk makan siang.
“hari ini aku yang traktir ya wan”.
Ridwan mulai heran dengan sikap sahabatnya, kenapa dia terlihat bahagia sekali, padahal sudah dua minggu ini dia terlihat murung dan sering galau.
“Kamu kenapa pul.. kenapa kelihatannya bahagia sekali?”
“ah… sudahlah… makan saja.. nggak ada apa-apa kok..”
“huu… kamu ini pul.. kemarin galau aku terus yang jadi sasaran, sekarang lagi senang gak mau cerita” gurau Ridwan kepada ipul.
“iya deh… nanti pulang kuliah datang ke tempatku,sekalian bantu-bantu, kalau lagi banyak pelanggan, pasti nanti kukasih tahu”
“benar ya… awas kalau nggak”
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak, sampai hampir seisi kantin memperhatikan mereka berdua, mereka tetap saja cuek dan menganggap tak ada orang yang sedang memperhatikan, ipul dengan cepat menghabiskan makanannya dan membayarnya karena sudah tak sabar lagi kembali kekelas agar bisa bertemu dengan gadis bermata indah lagi.
“wan… aku balik kekelas dulu ya..”
“ah… nyantai dulu lah.. lagian belum masuk, kamu juga belum sholat kan?”
“oh.. iya… Astagfirullah hal-adzim… ya udah ayo sholat dulu.”.
            Perilaku sahabatnya kali ini sangat membuat Ridwan bingung sebenarnya ada apa, kenpa dia ingin sekali cepat-cepat kembali kekelasnya, dan biasanya juga ipul yang sering mengingatkannya masalah sholat, tapi sekarang kenapa tiba-tiba dia hampir saja lupa untuk menjalankan sholat. Selasai sholat ipul langsung pergi kekelasnya dengan terburu-buru Karena ingin segera bertemu dengan gadis bermata indah itu dikelas, agar bisa lama-lama memandangnya.
Sampai-sampai tak terasa bahwa jam kuliah sudah berakhir dan dia harus berpisah dengan gadis bermata indah ini.
Dari pojok kelas sedari tadi juga ada gadis yang selalu memandang kearah ipul dan senyum-senyum sendiri, dia adalah nina gadis cantik berperawakan mungil yang suka pada ipul, karena menurutnya ketika diskusi ipul sangat terlihat mencolok dari teman-temannya yang lain.
 Ipul tak pernah menyadarinya, karena nina pun bertingkah biasa saja kepada ipul, bahkan jarang berbicara kepadanya, dan malu jika ipul mengajaknya berbicara ataupun berdiskusi, namun ternyata diam-diam sering memperhatikannya, tanpa ipul sadari.
            Usai jam kuliah ipul bergegas pulang, dan sebelum pulang ipul memberanikan diri meminta nomer gadis bermata indah ini, dengan alasan agar lebih mudah jika nanti ada yang perlu ditanyakan mengenai pelajaran, gadis bermata indah inipun sebenarnya mengetahui gelagat ipul bahwa itu hanya modus, namun dia tetap memberikan nomernya, dan bergegas pulang juga. tak diduga sesampainya ditempat ia tinggal ternyata sahabatnya sudah duduk menunggunya didepan pintu, dengan sejuta pertanyaan untuk menagih janjinya tadi dikantin, kemudian iya menceritakan secara panjang lebar, bahwa perempuan yang membuatnya menunggu ber jam-jam, bahkan sampai berhari-hari kini tiba-tiba ada muncul dikelasnya, dan menjadi teman satu kelasnya, dan itulah yang membuatnya senyum-senyum sendiri.
            Malam harinya ipul memberanikan diri untuk mengirim pesan pada gadis bermata indah.
(SMS)
“Assalamu’alaikum”
“wa’alaikum salam, ini siapa ya?”
“ini saya saiful”
“oh.. mas saiful ada apa mas?”.
Ipul pun bingung harus menulis apa, karena dia tak punya alasan, dan kalau mau mengatakan kangen juga tidak mungkin, karena baru juga kenalan dan belum terlalu dekat, tapi memang itu yang dirasakan ipul dan membuatnya memberanikan diri untuk mengirim pesan pada gadis bermata indah, tanpa berfikir dahulu apa alasannya.
Berjam-jam akhirnya ipul baru membalas pasan dari gadis bermata indah.
(SMS)
“nggak ada apa-apa kok, Cuma ngasih tahu, kalau ini nomerku”
“oh.. ya udah”
            Jawaban dari gadis bermata indah ini membuatnya sedikit kecewa, karena sepertinya dia tampak cuek, berbeda ketika bertemu langsung, dia sangat ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja namun ketika lewat pesan hanya membalas sekenanya saja.
Dalam fikirannya mungkin gadis bermata indah itu sudah ngantuk dan ingin tidur.
Dan akhirnya mengakhiri percakapan lewat pesan karena takut mengganggu waktu istirahatnya.
            Seperti biasanya ipul bangun pagi-pagi untuk sholat subuh, karena memang keluarganya membiasakan untuk bangun pagi-pagi dan sholat subuh berjama’ah, setelah selesai sholat tiba-tiba ipul teringat dengan keluarganya dan segera menelpon keabangnya, untuk menanyakan kabar mereka.
GEMPLOE...

Postingan Serupa

16.10 - tanpa komentar

0 komentar untuk Jadilah sahabatku bagian 4.

silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan