jadilah sahabatku bagian 3

Ipul pulang dengan perasaan kesal dan penasaran, sesampainya ditempat foto copy ipul mengirim SMS pada sahabatnya Ridwan, agar datang ketempatnya, karena dia sedang merasa galau, dan ingin curhat padanya, karena memang biasanya seperti itulah ipul dan ridwan sesudah atau sebelum kuliah, namun kali ini curhatan ipul lain, biasanya ketika SMA ipul hanya curhat tentang pelajaran dan keadaan keluarganya, namun sekarang tentang perempuan yang membuatnya galau.
Ke-esokan harinya ipul berangkat pagi-pagi buta ditemani ridwan, karena ridwan yang memberikan ide untuk berangkat pagi-pagi buta dan menunggunya didepan gerbang kampus karena hanya itu jalan satu-satunya. Banyak mahasiswi berlalu lalang tapi belum juga didapati gadis bermata indah itu, ridwan pun ikut jengkel juga karena berjam-jam menunggu tapi belum ada hasil juga.
”ahh…. Mana sih pul orangnya, jangan-jangan kamu lupa yang mana lagi orangnya? Sebentar lagi aku ada kuliah nih..”
“nggak.. aku nggak mungkin lupa sama orangnya. Sebentar lagi ya wan.. pasti nanti dia muncul”
Sudah hampir jam 08:00 tapi belum juga nongol gadis bermata indah itu sebenarnya dimana dia, atau dia tidak jadi kuliah disini? (Ipul terus bertanya Tanya dalam hati).
“mas kenapa nggak masuk?, ini sudah jam kuliah. tegur satpam penjaga gerbang yang sedari tadi mengawasi dua mahasiswa ini.
“iya pak.. ini juga mau masuk” jawab ridwan enteng. “sudah lah pul… ayo kita masuk.. nanti pasti aku bantu nyari, aku duluan ya pul.. udah dapat SMS dari temanku nih.., katanya dosennya sudah ada dikelas, mana galak lagi dosennya..”.
Ipul pun ikut masuk kekelasnya, dan dikelas ipul Nampak tak bersemangat, karena masih kepikiran gadis bermata indah itu, dia yang biasanya aktif dalam berdiskusi dikelas kini tak terdengar gaungnya lagi.
            Dua minggu telah berlalu ipul mencoba untuk menghilangkan pikiran tentang gadis bermata indah itu, dan kembali mulai aktif lagi dikelas, karena dia tidak ingin mengecewakan keluarganya, hanya karena gadis bermata indah itu.
“tok-tok-tok… Assalamu’alaikum” terdengar suara salam yang begitu halus dari ruang kelas ipul saat dia sedang konsentrasi mendiskusikan makalah, ipul hanya bisa bersama-sama teman dikelasnya, menjawab salamn dan tak memperhatikan siapa yang akan keluar dari pintu.
Betapa terkejutnya ipul, ketika ada yang duduk disampingnya, yang kebetulan belum ada yang menduduki, karena ipul duduk paling depan, dan kebanyakan kebiasaan mahasiswa banyak yang tak ingin duduk didepan beradapan langsung dengan dosen.
Yang membuat ipul lebih terkejut lagi, ternyata teman satu kelas ipul yang duduk disampingnya dan baru datang ini adalah perempuan yang membuatnya menunggu berjam-jam, bahkan berhari-hari didepan gerbang dan membuatnya galau, tiba-tiba malah muncul dihadapannya.
            Setelah mata kuliah usai ipul mulai membuka percakapan dengan gadis bermata indah yang membuatnya galau ini.
“hai… Aisyah.. masih ingat aku?”
“ummmm…. Siapa ya…(sambil tersenyum) iya.. iya aku masih ingat kok.. kamu mas saiful yang waktu itu pernah mengantarku ke kantor kejuruan kan”
Mereka asyik mengobrol, dan mata ipul rasanya tak ingin lepas memandang senyum indah gadis bermata indah ini, dan masih ak menyangka dia bisa bertemu dengannya disini.
Setelah banyak ngobrol, ipul menanyakan kemana saja kenapa dua minggu tak masuk sekolah?.
Gadis bermata indah inipun menjelaskan bahwa setelah hari pertemuannya dia tiba-tiba merasa tak enak badan, dan setelah diperiksakan kedokter, ternyata dia sakit demam berdarah, dan harus dirawat dirumah sakit, dan akhirnya ayahnnya menemui dosen-dosennya untuk memintakan ijin langsung pada teman-temannya, karena ayah Aisyah Pak marzuki juga termasuk salah satu tetap dosen dikampus, karena sudah bertahun-tahun mengajar dikampus ini.
Ipul hanya bisa manggut-manggut mendengar cerita gadis bermata indah, dan matanya masih tak henti memandang wajah yang membuatnya terpesona, dan galau siang-malam.
“kruk…kruk…” ipul tertawa Manahan rasa malu, karena tiba-tiba perutnya berbunyi, dan sebenarnya memang sudah dari tadi lapar, karena ketika berangkat kuliah belum sempat sarapan, namun rasa senangnya bertemu dengan gadis bermata indah ini sejenak menghilangkan rasa lapar yang sedari tadi dirasa.
“wah… nampaknya ada demo ya mas?”
“oh iya… dimana?”                      
“itu tadi… suara cacingnya pada demo”  ledek gadis bermata indah yang membuat ipul malu.
“hehehe… ya sudah.. aku kekantin dulu.. sampai jumpa..”
GEMPLOE...

Postingan Serupa

16.08 - tanpa komentar

0 komentar untuk jadilah sahabatku bagian 3.

silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan