jadilah sahabatku bagian 2

“bu… ipul berangkat dulu ya.. ipul mau pergi mengurus formulir pendaftaran.. Assalamu’alaikum..”
“wa’alaikum salam.. hati-hati dijalan ya pul…”
            Ipul berangkat mengambil folmulir dan pulang dengan penuh senyuman karena jalan untuk menuju cita-citanya menjadi seorang guru terbuka lebar, dia menceritakan kepada keluarganya, bahwa seminggu lagi dia harus kekota, untuk menjaga tempat foto copyan, walaupun kuliahnya belum masuk, tapi ipul harus berangkat karena dia juga harus mempelajari bagaimana cara mengoprasikan mesin foto copy, computer dan semua harga-harga yang ada ditempat foto copy itu.
            “bu.. ipul berangkat ke kota jaga diri ibu.. jangan lupa jaga kesehatan ibu, nanti ipul telpon ke hp abang kalau sudah sampai dikota.”
“brum-brum-brum…” bunyi motor tua abang ipul yang akan mengantarnya ke terminal, sesampainya diterminal abang ipul memberikan uang 750.000 untuk bekal ipul dikota, dan sesampainya dikota ipul sudah ditunggu diterminal oleh pak salim, paman teman sekelas ipul, pak salim menyambut ramah kedatangan ipul, dan segera mengantarkannya ketempat foto copy agar dia bisa beristirahat dulu.
            “pul… nanti kalau perlu sesuatu jangan sungkan, itu rumah saya tepat disebrang jalan, kalau perlu sesuatu datang saja kerumah” pak salim pulang kerumah dan ipul segera mandi dan istirahat dulu, karena belum bisa mengabari abangnya lewat telpon. Bang rizal masih tiga jam pulang kerja. Pukul 16:40 ipul menelpon abangnya dan memberi kabar kepada abang dan ibunya, bahwa dia sudah sampai dikota dengan selamat dan seminggu lagi sudah sudah mulai OSPEK dikampusnya.
            Ketika ospek banyak sekali mahasiswa dan mahasiswi yang ikut dan sangat riuh sekali karena banyak lomba dan pentas seni yang diadakan koleh ketua ospek dan dalam pentas seni ada yang menarik perhatian ipul, dan membuatnya penasaran, siapakah gadis bermata indah yang menari dengan indah dan gemulai dipentas seni itu, jantungnya berdegup kencang, matanya tak henti memandang, ketika melihat gadis ini, dan ternyata namanya adalah Aisyah Rahmawati mahasiswi yang juga seangkatan dengan ipul.
“mas.. saya mau Tanya… mas.. mas.. hallo…” gadis bermata sayu ini tiba-tiba mendekat dan bertanya kepada ipul, namun ipul tidak menyadari karena masih terhanyut dalam buaian lamunannya tentang gadis bermata indah ini, Dengan terbata bata ipul menimpali pertanyaan gadis bermata indah. “i.. iya.. ada apa?”
“saya mau Tanya.. ruang kejuruan dimana ya..?”
“oh.. kamu mau kantor kejuruan ya.. ayo sekalian saya antar, saya sekalian mau ngambil KST(kartu studi tetap disana)”.
            Si mata indah inipun mengiyakan ajakan ipul dan saling memperkenalkan diri, walaupun sebenarnya ipul sudah mengetahui siapa nama gadis bermata indah ini dan berjalan bersama ke tempat kejuruan, sepanjang jalan mereka asyik ngobrol bertanya sana-sini menanyakan kesibukan masing-masing hingga tak terasa ruang kejuruan sudah ditapaki, padahal dalam hati ipul, dia masih berharap kalau kalau tempat kejuruan ini masih jauh, agar dia bisa berlama-lama dengan gadis bermata indah ini.
Setelah mendapatkan KST mereka kembali ketempat mereka masing-masing.
Dalam hati ipul sebenarnya dia ingi meminta nomer hp gadis mata indah ini tapi dia malu, dan masih ragu, ipul akhirnya memberanikan diri untuk memanggil gadis bermata indah ini.
“Aisyah… tunggu..”.
Nampaknya sudah terlalu jauh, gadis bermata indah ini tidak mendengar panggilan ipul dan ipul tidak berani utuk mengejar dan berfikir bahwa nanti pasti ketemu lagi entah besok atau kapan.
            “Plak…. “
tiba-tiba ada yang menepuk bahu ipul dari belekang dan mengagetkannya, betapa kagetnya ipul ketika yang didapati menepuk bahunya adalah sahabat ipul yang membuatnya bisa mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal dikota. Ridwan hanya tersenyum melihat expresi sahabatnya ini, karena sebelumnya memang tidak pernah menceritakan tentang keinginannya kuliah di kota.
“ngelamun aja pul… ntar kesambet lho..” goda ridwan sambil sedikit tertawa cekikikan.
“ah… kamu bisa aja Wan… kenapa kamu nggak ngasih tahu aku, kalau kamu kuliah disini juga? Eh tiba-tiba udah nongol aja kayak hantu.”.
“mau buat kejutan aja pul.., sudah lah.. ayo makan dulu.. smbil ngobrol-ngobrol dikantin”
Mereka berjalan kekantin yang ada di lingkungan kampus, dan asyik ngobrol menceritakan bahwa ridwan nantinya akan ikut tinggal dengan pamannya pak salim, pemilik tempat foto copy tempat ipul tinggal dan bekerja. fakultas masing-masing, dan ternyata mereka berbeda fakultas ipul mengambil fakultas keguruan, sedangkan ridwan fakultas ekonomi dan bisnis, karena memang ayahnya adalah seorang pebisnis paling kaya didesa bawu desa yang juga menjadi tempat tinggal ipul. Namun keluarga Ridwan memang sudah terkenal sangat dermawan dan baik hati, dan tak memilih-milih untuk berteman. Setelah perut mereka terisi mereka pulang bersama-sama. Dan ipul menceritakan tentang pertemuannya dengan Aisyah gadis bermata indah yang mampu membuat hatinya berdetak tak beraturan.
Apa yang diceritakan sahabatnya itu sangat membuat ridwan heran, karena waktu masih duduk di SMA ipul sebelunya tak pernah berbicara tentang perempuan kepada teman-temannya walaupun mungin banyak perempuan yang mendekatinya, karena ipul memiliki paras yang lumayan tampan dan pandai dikelas. Tapi sekarang tiba-tiba malah dia membuka percakapan tentang perempuan.
“nggak salah dengar aku pul?, seorang ipul galau gara-gara belum bisa dapat nomer seorang cewek?. Canda Ridwan membuat merah wajah ipul.
            Sudah seminggu berlalu, namun ipul belum bertemu lagi dengan gadis bermata indah itu, ketika jam pulang ipul pulang paling awal menunggu didepan digerbang kampus, berharap akan bertemu dengan gadis bermata indah, namun usahanya belum membuahkan hasil, gadis bermata indah itu tak juga didapati.

GEMPLOE... 

Postingan Serupa

16.07 - tanpa komentar

0 komentar untuk jadilah sahabatku bagian 2.

silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan