jadilah sahabatku bagian 11




Akhirnya ipul mulai menjelaskannya secara perlahan, dia mengakui bahwa memang sejak pertama kali bertemu ia sudah menyuki Aisyah sigadis bermata indah.
Namun ia takut jika diantara mereka berdua ada suatu ikatan, dan sewaktu-waktu hubungan itu putus, ia takut kalau mereka berdua malah akan saling membenci bahkan lebih dari ini, dan ia tak mau kuliahnya terganggu jika ia memutuskan untuk pacaran, karena ia takut mengecewakan keluarganya yang selalu mendo’akannya dirumah, ia takut jikalau ia lebih mementinkan cinta dari pada cita-cita dan orang tua yang memberikan cinta tanpa henti padanya.
“Aisyah.. jadilah sahabatku.. aku tak ingin hubungan persahabatan kita berakhir hanya karena sebuah status, yakinlah.. jika Allah menakdirkan kita sebagai pasangan pasti Allah akan mempersatukan kita dalam sebuah ikatan pernikahan, dan kalau kau ingin seseorang untuk menjadi pacarmu, aku tak apa-apa, aku merelakannya, kalau itu memang keputusanmu, dan bisa membuatmu bahagia, tapi jangan lupakan akau sebagai sahabatku, ketika ada yang menyakitimu, bahuku akan selalu ada untukmu bersandar.. tapi ma’af aku tak bisa menjadi seseorang itu..”.
Walaupun kecewa Aisyah sudah sedikit merasa senang karena ipul memang menyukainya dan puas dengan jawaban yang diberikan ipul padanya.
Gadis bermata indah menghormati keputusan yang dipilih oleh lelaki yang sangat dicintainya itu, dan meyakinkan dirinya sendiri, bahwa yang dikatakan oleh lelaki yang ada dihadapannya itu memang benar, jika berjodoh, pasti akan dipersatukan kembali, mereka saling beradu pandang dan tertunduk malu.
            Hari-demi hari berlalu.. kini hubungan persahabatan mereka kembali terjalin lagi, walaupun masih ada sedikit rasa canggun dalam hati.
GEMPLOE…

Postingan Serupa

16.36 - tanpa komentar

0 komentar untuk jadilah sahabatku bagian 11.

silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan